Berita Regional
Fakta Baru, Varian India yang Menyebar di Bangkalan Bukan Terbawa Oleh TKI
Terdapat fakta baru terkait penyebaran varian baru Covid-19 asal India yang menyebar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
"Tidak ada kata lain selain taati protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan," terangnya.dari Pekerja Migran
Di sisi lain, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian virus corona baru asal India yang menyebabkan lonjakan kasus di Kudus akhir-akhir ini.
Masuknya varian corona Delta India tersebut disebabkan banyaknya para pekerja migran yang kembali ke Tanah Air melalui pelabuhan-pelabuhan laut.
Berbeda dari pelabuhan udara yang penjagaannya sudah cukup ketat, pengawasan di pelabuhan laut cenderung lebih sulit karena banyaknya kapal yang mengangkut barang, termasuk yang berasal dari India.
Menurut Budi Gunadi, varian virus Corona B1617.2 India mendominasi penyebaran Covid-19 di Kudus (Jateng), Bangkalan (Jatim), dan DKI Jakarta.
Kondisi tersebut, kata Budi, menjadi perhatian serius. Meskipun belum terbukti lebih mematikan varian virus Corona tersebut telah terbukti penyebarannya lebih cepat.
"Karena ini penularannya lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, untuk mencari siapa pembawa virus varian baru tersebut tidaklah mudah.
Lantaran penyebaran atau penularan covid di Kudus sudah masif atau dalam skala besar.
"Untuk mencari itu tidak mudah. Ini skalanya sudah besar, sudah penularan komunitas lagi, tidak klaster lagi. Kalau klaster kantor, misalnya, diburu masih bisa. Ini sudah dalam komunitas, tidak mudah mencari dari siapa, dari mana. Kondisinya sudah seperti ini," kata Yulianto, Senin (14/6).
Namun demikian, pihaknya tetap memperbanyak tracing di Kudus untuk mengetahui siapa saja yang terpapar.
Yulianto Prabowo mengatakan, sampel yang dikirimkan ke laboratorium untuk pengecekan tes genome, sebagian besar merupakan corona varian baru.
Varian Delta dari India ini memiliki tingkat penularan lebih cepat dan fatalitas atau tingkat kematian lebih tinggi.
Apakah virus varian baru tersebut juga menyebar di daerah sekitar Kudus, semisal Pati, Jepara, Grobogan dan sebagainya, Yulianto mengatakan belum bisa menyimpulkan.
"Spesimen corona dari daerah di sekitar Kudus sedang dilakukan pemeriksaan. Waktu pemeriksaan cukup lama yakni 2 minggu (pekan) tidak bisa dipercepat," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-corona_12.jpg)