Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Fakta Baru, Varian India yang Menyebar di Bangkalan Bukan Terbawa Oleh TKI

Terdapat fakta baru terkait penyebaran varian baru Covid-19 asal India yang menyebar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Editor: m nur huda
Tribun Bali
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJATENG.COM, BANGKALAN – Terdapat fakta baru terkait penyebaran varian baru Covid-19 asal India yang menyebar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Analisa dan Evaluasi (Anev) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim bersama Forkopimda Bangkalan di Makodam V/Brawijaya, Senin (14/6/2021).

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan covid-19 Jatim, Dr Joni Wahyuhadi dalam rakor, menyebutkan, terindikasi ada virus varian B1617 asal India yang telah tersebar secara lokal, alias menjadi transmisi lokal.

“Hasil pemeriksaan dari sampel pada 6 Juni 2021), ditemukan virus varian baru B1617 asal India di Bangkalan. Terkonfirmasi bahwa terdapat warga Bangkalan non pekerja migran (TKI) yang terjangkit varian baru itu,” ungkap Dr Joni seperti dalam rilis yang disampaikan Humas Polres Bangkalan, Selasa (15/6/2021),

Baca juga: Banyak Warga Merasa Kebal Virus Corona, Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak

Baca juga: Pasien Covid-19 Asal Madura Kabur Takut Disuntik, Nurut Saat Diiming-imingi Makan Enak

Baca juga: 477 KTP Disita dari Penyekatan Jembatan Suramadu Diblokir, Surat Kehilangan Tak Berlaku

Baca juga: Respons Ganjar Soal Beredar Broadcast Jangan Masuk Jateng karena Tersebar Varian India

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Sudiyo mengatakan, saat ini terjadi penambahan kasus sebanyak 65 orang positif terkonfirmasi dengan angka kematian satu orang, dan kesembuhan 8 orang.

“Total sejak Maret 2020 sebanyak 2.309 positif Covid-19 yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. Namun yang terbanyak tersebar di Kecamatan Klampis, Arosbya, Geger, Kota dan Burneh,” katanya.

Ia menyatakan, gedung isolasi di Gedung Balai Diklat sudah kelebihan kapasitas. Sedangkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang difokuskan untuk penanganan pekerja migran saat ini sudah terisi 21 orang dari 50 tempat tidur yang disediakan.

“Untuk gedung bekas kantor BPWS (Kedung Cowek Surabaya) memang difokuskan untuk tempat isolasi warga hasil penyekatan. Baik dari akses Suramadu sisi Bangkalan, Pelabuhan Kamal, maupun di penyekatan di akses Suramadu sisi Surabaya,” pungkasnya. 

Varian India di Kudus Disebut dari Pekerja Migran Lewat Kapal

Sementara itu, terpisah, Varian baru Covid-19 Delta yang pertama kali terdeteksi di India disebut sebagai satu penyebab virus corona mengganas di Kudus.

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta semua bupati dan wali kota mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 dengan mengambil sampel corona whole genome sequencing (WGS).

Setiap pengambilan sampel tes Covid-19, bupati/ wali kota diminta sekaligus mengambil sampel genome.

"Sampai hari ini, sampel yang diambil baru dari Kudus. Maka saya minta sekarang kalau sedang melakukan pengambilan sampling corona juga sekaligus dilakukan ambil sampel genome sampling test," kata Ganjar, Senin (14/6).

Menurutnya, harus ada aturan baru yang ditetapkan tersebut. Dengan begitu, maka akan diketahui lebih cepat apabila varian baru memang sudah menyebar.

Masyarakat diminta hati-hati, karena varian baru Covid-19 dari India sudah masuk ke Jawa Tengah.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved