Breaking News:

Berita Banyumas

Pembatasan Kegiatan Keagamaan di Banyumas, Hajatan dan Ziarah Luar Kota Dilarang

Bupati Banyumas, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim 0701, Kantor Kemenag, dan sejumlah tokoh agama membuat kesepakatan bersama.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rival al manaf
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Salat jumat yang dilaksanakan di Masjid Baitussalam, Purwokerto, dengan menjalankan protokol kesehatan menjaga jarak, pada Jumat (5/6/2020). 

Penulis: Permata Putra Sejati 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim 0701, Kantor Kemenag, dan sejumlah tokoh agama membuat kesepakatan bersama terkait pembatasan kegiatan keagamaan. 

Keputusan bersama itu dilatarbelakangi karena kasus Covid-19 yang juga belum usai. 

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) memutuskan sejumlah pembatasan kegiatan keagamaan.

Baca juga: Kafe Kecil Jadi Rame Karena Nobar Euro 2020, Tak Lama Kemudian Ditutup Satpol PP

Baca juga: Chord Kunci Gitar Keajaiban Ghea Indrawari

Baca juga: Anggota DPRD Jateng Tanyakan Ketidakhadiran Ganjar di Rapat Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2020

Baca juga: Chord Kunci Gitar Sebuah Tarian yang Tak Kunjung Selesai Nadin Amizah

Pertama, adalah peribadatan wajib di rumah ibadah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan ketat melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. 

Selanjutnya kajian-kajian keagamaan seperti yasinan tahlilan dan sejenisnya dapat dilaksanakan. 

Akan tetapi dengan ketentuan maksimal 30 jamaah, dan waktu pelaksanaan maksimal 60 menit, serta tidak ada jamuan makan ditempat. 

"Ritual ziarah keagamaan yang dilakukan secara rombongan keluar wilayah Kabupaten Banyumas untuk tidak dilaksanakan atau ditunda," kata bupati Husein kepada tribunjateng.com, Rabu (16/6/2021). 

Selanjutnya hajatan dilarang dilaksanakan kecuali prosesi akad nikah, seperti ijab qobul atau pemberkatan.

Akad nikah dilakukan di kantor KUA atau kantor catatan sipil yang dihadiri maksimal 10 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengingatkan agar lebih meningkatkan prokes karena Covid-19 varian Delta yang terjadi di Kabupaten Kudus bisa saja sudah ada di Banyumas.

Baca juga: Chord Kunci Gitar Sebuah Tarian yang Tak Kunjung Selesai Nadin Amizah

Baca juga: Tanggapan Agensi Awesome ENT Soal Park Seo Joon Bintangi Film The Marvels

Baca juga: Chord Kunci Gitar Putus Saja Mahen

"Varian baru jelas ada, oleh karena itu edukasi prokes dan gerakan masyarakat supaya semangat vaksin," tambahnya. 

Update kasus Covid-19 di Banyumas sampai dengan saat ini ada 13 ribu kasus positif dengan kesembuhan 92 persen atau 12.200 sembuh. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved