Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Boyolali

Terlanjur Mandikan Jenazah Terpapar Covid-19, Satu Dukuh di Boyolali Dilockdown

Satu dukuh di Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali terpaksa harus lockdown. Hal tersebut imbah dari warga yang tidak tahu memandikan

Editor: m nur huda
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Penampakan Dukuh di Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali dilockdown, Selasa (15/7/2021). 

Dia menilai tim gabungan bergerak cepat untuk langsung melakukan razia tersebut.

Hal ini merupakan respon yang baik sebagai semangat bersama melawan Covid-19 di Kota Solo.

“Ya kemarin dibahas di rapat, langsung gercep tadi malam sudah digelar operasi yustisi prokes,” kata Gibran kepada TribunSolo.com, Selasa (1/6/2021).

“Alhamdulillah yang dites kemarin semuanya negatif, jadi aman,” tambahnya.

Nantinya kegiatan ini akan terus dilakukan dengan menyasar lokasi keramain di Kota Solo.

"Tempat- tempat yang mengundang keramaian, terutama malah hari kita sasar,” paparnya.

“Bukan mencari kesalahan, tapi memastikan saja, biar warganya  (Solo) sehat,” ungkapnya.

Pengunjung Alun - Alun Terjaring Razia

Puluhan pengunjung Alun-Alun Kidul Solo yang melanggar protokol kesehatan langsung menjalani Swab Antigen di tempat, Senin (31/5/2021) malam.

Pantauan TribunSolo.com, petugas datang pukul 20.00 WIB. 

Ada sebanyak 54 pengunjung yang tidak memakai masker terjaring razia.

Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Sukarda mengungkapkan, penegakan protokol kesehatan menyasar masyarakat yang langgar prokes.

"Potensi terjadi penularan covid-19 akan ditindak secara tegas, bagi yang langgar prokes," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Senin (31/5/2021).

Ia menambahkan, penindakan tidak hanya di berlakukan di Alun-Alun Kidul, Solo.

"Ini pertama kali dilalukan, fokus masih di Alun-Alun Kidul, tidak menutup kemungkinan tempat lainya," ungkapnya.

Dia mengatakan, pengunjung yang datang harus mematuhi protokol kesehatan.

"Yang mau makan atau berkunjung silahkan saja, asalkan sesui aturan yang ada," tegasnya.

Selanjutnya, apabila ada penggunjung yang hasil swab antigen reaktif akan dilalukan karantina.

"Langsung akan dikirim ke Asrama Donoyudan untuk karantina mandiri," jelasnya.

Namun dari hasil razia mulai pukul 20.00 - 21.30 WIB yang berjumlah 67 orang tidak ditemukan masayarakat dengan hasil positif.

Batal Gelar Resepsi Gegara Corona

Suami dari mempelai wanita yang positif corona ternyata ikut terpapar. 

Itu diketahui setelah dilakukan tracing setelah sang mempelai wanita dinyatakan positif corona.

Resepsi yang mereka rencanakan juga gagal digelar di Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati membenarkan kabar tersebut, saat ditemui Senin (31/05/2021). 

"Iya memang ada, sebenarnya hari Sabtu itu," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (31/05/2021). 

Dia mengatakan, awal mula mempelai perempuan diketahui positif corona adalah saat melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Setelah melangsungkan akad nikah, mempelai wanita diketahui hamil, namun tak berselang lama mengalami keguguran.

"Setelah dibersihkan ke rumah sakit, semua yang memerlukan tindakan medis harus dilakukan swab antigen, ternyata hasilnya positif," paparnya. 

Dari satgas covid-19 tingkat kecamatan langsung melakukan tracing, terutama kepada orang terdekat mempelai wanita. 

"Kita lakukan tracing ke orang terdekat, yang tentunya suami dan keluarga inti, ternyata juga positif," tambahnya. 

Banyaknya anggota keluarga yang terpapar virus corona, satgas terpaksa membatalkan hajatan yang tinggal menunggu jam tersebut. 

"Pada hari Minggunya kan akan menggelar resepsi, terpaksa kita batalkan, jadi ketemu sebelum resepsi, itu yang harus kita jaga (pencegahan)," kata dia. 

Dikarenakan belum menggelar hajatan, maka penularan tersebut masih dalam kategori klaster keluarga. 

Terkait penyebaran penularan yang terjadi, hari ini satgas telah kembali melakukan tes swab kepada orang yang diduga pernah kontak dengan pasien. 

"Bisa juga yang rewang berhari-hari ini pun kita akan lakukan swab juga hari ini, hasilnya belum keluar," pungkasnya.

Rapid Antigen Hajatan

Razia rapid test antigen secara acak pada gelaran hajatan di Sragen sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial (medsos).

Aksi yang dilakukan Satgas Covid-19 di Sragen tersebut banyak beredar di Medsos.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, berbagai antisipasi penularan Covid-19 di Sragen sudah dilakukan.

Hal tersebut termasuk rapid antigen secara acak di acara hajatan.

Apalagi, ada prediksi meningkatnya kasus Covid-19 setelah libur lebaran.

"Kemarin disetiap perhelatan hajatan masyarakat juga melakukan tes secara random, untuk memberikan efek jera, agar prokes tidak hanya sekedar tulisan," paparnya kepada TribunSolo.com, Senin (31/05/2021). 

Selain bicara soal razia rapid antigen, Yuni juga memaparkan soal kondisi keterisian bed di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro. 

Dia mengatakan, saat ini bed Covid-19 telah mencapai 66 persen.

Bed kita saat ini sudah 66 persen di RSUD, sedangkan standar aman dari Kemenkes kan sekitar 60 persen," tambahnya. 

Selain di RSUD, ketersediaan bed di Technopark Sragen masih tersisa banyak. 

"Saat ini, di Technopark ada 102 pasien dari total 260 bed," katanya. 

Di tengah pandemi corona saat ini, dia menyebutkan perekonomian tetap harus berjalan. 

"Iya ekonomi tetap jalan, yang penting kita himbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan," pungkasnya.(*

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Nasib Warga Metuk Boyolali: Telanjur Mandikan Jenazah Pasien Positif Corona, Kini Dukuhnya Lockdown

Sumber: Tribun Solo
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved