Penanganan Corona
Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Covid-19 di Kota Semarang Naik
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, pada hari Lebaran kasus Covid-19 di Kota Lunpia hanya berada pada angka 200-300 pasien
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
Dia memperbolehkan masyarakat tetap berkegiatan namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan.
Pemerintah Kota Semarang sendiri telah memperketat aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) agar masyarakat lebih waspada.
Belum lama ini, wali kota menguarkan revisi mengenai aturan PKM. Jam operasional tempat usaha dibataai maksimal pukul 22.00.
Sesangkan, Kegiatan sosial budaya maksimal 50 orang dan tempat ibadah maksimal kapasitas 50 persen.
"Semua boleh kegiatan, tapi lihat bahwa pandemi Covid-19 barang baru. Beda kaya flu biasa. Ini virus baru yang sebarannya sangat cepat. Orang tidak menerapkan new normal bisa terkena," jelasnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-pasien-covid-19-ya21.jpg)