Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Covid-19 di Kota Semarang Naik

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, pada hari Lebaran kasus Covid-19 di Kota Lunpia hanya berada pada angka 200-300 pasien

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di rumah denas wali kota sedang sarapan sembari berjemur di halaman, Rabu (16/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 di Kota Semarang merangkak naik beberapa pekan terakhir.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, pada hari Lebaran kasus Covid-19 di Kota Lunpia hanya berada pada angka 200-300 pasien. 

Data dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id, kondisi kasus sudah mencapai angka 1.514 pasien hingga Rabu (16/6/2021) pukul 14.00. Rinciannya, 935 merupakan waga Semarang dan 579 warga luar kota.

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi, kenaikan kasus di Kota Semarang disebabkan karena tingkat kedisiplinan protokol kesehatan di Kota Semarang cenderung menurun.

Dari survei yang dilakukan Pemkot, penerapan protokol kesehatan turun dari sebelumnya 78 persen menjadi 74 persen.

"Pemakaian masker, kerumunan, mulai diabaikan," terang Hendi.

Di samping terjadinya penurunan tingkat kepatuhan protokol kesehatan, Hendi menyampaikan, kenaikan kasus bisa jadi disebabkan beberapa pemudik sempat masuk.

Kemudian, muncul klaster keluarga. Dia memperkirakan, hampir 80 persen kasus di Kota Semarang berasal dari klaster keluarga.

Klaster perbankan juga cukup banyak hingga merambat menjadi klaster keluarga.

"Banyak masukan angkanya tinggi karena hampir seluruh pulau Jawa tinggi. Ada yang mengatakan beberapa pemudik sempat masuk, masuk klaster keluarga," sebut Hendi.

Banyaknya klaster keluarga, ucapnya, menjadi hal yang harus disikapi bahwa Covid-19 sudah masuk ranah terdekat. 

Dia meminta masyarakat tidak perlu takut memeriksakan diri jika merasa meriang dengan gejala mirip Covid-19.

Warga tidak usah malu apabila terpapar Covid-19.

"Jangan malu. Itu sumbangsih panjenengan tahu lebih dini. Kemarin-kemarin pola itu cukup banyak terjadi, malu dan galau padahal badan sakit. Akhirnya, orang tua ikut kena. Ini jadi pembelajaran kita bagaimana bisa bersikap," katanya.

Hendi juga meminta masyarakat berhati-hati dan waspada.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved