Breaking News:

Berita Klaten

Warga Beku Klaten Bersiap Pindah, Ada 3 Rumah, 2 Makam & Masjid Terkena Tol Solo-Yogya

Pembebasan lahan proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogya terus dikebut. Salah satunya dilakukan musyawarah di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabup

Editor: m nur huda
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Patok proyek Jalan Tol Solo-Jogja yang sudah dipasang di area persawahan milik warga di wilayah Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Rabu (5/8/2020).  

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Pembebasan lahan proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogya terus dikebut. 

Salah satunya dilakukan musyawarah di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

Agenda pada musyawarah kali ini adalah penentuan bentuk ganti rugi atas bidang tanah yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

"Ada 69 bidang tanah di Desa Beku yang terkena dampak proyek tol Solo-Yogya," kata Kades Beku, Alex Bambang Wijanarko, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Dicky Sedih Meski Dapat Ganti Rugi Rp 1 Miliar dari Proyek Jalan Tol Solo-Yogya

Baca juga: Kecelakaan Maut Truk Tangki Air Vs Truk Pertamina di Tol Rawamangun 1 Meninggal, Ini Kronologinya

Ia menyebutkan, bidang tanah yang terdampak meliputi makam, masjid, sawah, dan rumah warga.

"Untuk makam yang terdampak jumlahnya ada dua," jelasnya.

Sementara untuk rumah warga yang terdampak, menurutnya, ada di Kampung Sidorejo.

"Jumlah rumah yang ada di sana kurang lebih ada 30 unit," paparnya.

Sejauh ini, warga yang terdampak pembangunan tol Jogja-Solo di desanya sudah mencari lahan baru untuk pindah.

"Mereka sudah mencari tanah sendiri," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved