Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bunga Edelweis

Fakta-fakta Kenapa Bunga Edelweis Tidak Boleh Dipetik?

Tiba-tiba Bunga edelweis menjadi trending topik dan sering digunakan remaja yang jatuh cinta sebagai simbol bunga abadi.

(KOMPAS.com/ANGGARA W PRASETYA)
Edelweis di Mahameru 

Berikut Tribunnews rangkum dari Kompas.com, fakta-fakta seputar bunga Edelweis:

1. Dijuluki bunga abadi

Adanya julukan ini karena Edelweis memiliki waktu mekar yang lama hingga 10 tahun lamanya.

Hormon etilen yang ada pada bunga Edelweis bisa mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.

Oleh karena itu, pesona bunganya dapat terjaga lebih lama.

2. Tanaman yang familiar di kalangan pendaki

Edelweis banyak tumbuh di gunung-gunung Indonesia.

Maka dari itu, tanaman ini sudah familiar di kalangan pendaki.

Beberapa gunung yang menyajikan hamparan padang Edelweis antara lain Gede Pangrango di Alun-alun Suryakencana, Gunung Sumbing menjelang puncak, Gunung Lawu via Candi Cetho di Pasar Dieng, dan Gunung Merbabu di Sabana 2.

3. Dapat bertahan di tanah tandus

Dikenal sebagai bunga yang tumbuh di pegunungan, Edelweis juga memiliki cara bertahan hidup yang kuat, bahkan di tanah tandus sekalipun.

Edelweis mampu membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

4. Ditemukan di Indonesia lebih dari 200 tahun yang lalu

Bunga Edelweis di Indonesia ditemukan pertama kali oleh naturalis berkebangsaan Jerman bernama Georg Carl Reindwardt ketika berada di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

Ia menemukan bunga ini pertama kali pada 1819 yang berarti Edelweis sudah ada di Indonesia lebih dari 200 tahun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved