Breaking News:

Virus Corona

Varian Delta Belum Tertangani, WHO Peringatkan Ancaman Baru Covid-19 'Lambda'

WHO memberikan peringatan baru adanya varian baru corona dengan penyebaran masif bernama Lambda yang kini sudah teridentifikasi di 29 negara.

Editor: Vito
INDRANIL MUKHERJEE / AFP
Seorang pejalan kaki berjalan melewati mural dinding tentang covid-19, yang menggambarkan staf medis garis depan berhadapan dengan virus corona, di Navi Mumbai, India, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JENEWA - Meski sejumlah negara mulai melonggarkan pembatasan sebagai langkah pemulihan dari dampak pandemi, penyebaran virus corona masih terus meluas, dengan berbagai varian baru hasil mutasi yang memicu kekhawatiran global, dan mendorong penanganan serius.

Di tengah ancaman varian Delta yang belum tertangani, WHO sudah memberikan peringatan baru bahwa ada varian baru corona dengan penyebaran masif bernama Lambda. Varian itu kini sudah teridentifikasi di 29 negara, terutama di Amerika Selatan.

Pemimpin Teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerhove menyebut, WHO memantau lebih dari 50 varian covid-19 yang berbeda, satu di antaranya adalah varian virus Lambda.

"Varian Lambda memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan yang dapat berdampak pada penularannya," katanya, Kamis (17/6).

Meski demikian, penelitian lebih lanjut atas varian baru itu masih diperlukan untuk sepenuhnya memahami mutasi virus corona jenis tersebut.

Saat ini, varian Lambda masuk daftar Varian of Interest.

Artinya, Lambda belum terbukti menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia.

Namun, WHO terus melakukan pemantauan atas mutasi varian baru ini karena penyebarannya tinggi di Amerika selatan.

Varian Lambda telah terdeteksi oleh para ilmuwan di Amerika Selatan, termasuk di Chili, Peru, Ekuador, dan Argentina

Varian baru ini pertama kali muncul di Peru.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved