Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona

Jateng Disebut Duduki Kasus Tertinggi dan Ada 148 Kasus Varian Delta Terdeteksi di 6 Provinsi Ini

Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur

(Shutterstock/angellodeco)
Ilustrasi varian virus corona Delta. Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, sebelumnya dinamai B.1.617.2. Virus corona varian Delta. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.

Para ahli menyebut hal ini disebabkan karena diabaikannya protokol kesehatan, longgarnya kebijakan pemerintah, dan varian baru virus corona yang masuk ke dalam negeri. Salah satunya varian Delta atau B.1.617.2 yang mudah menular dan disebut sebagai salah satu penyebab lonjakan kasus di Indonesia.

Berdasar data Kementerian Kesehatan (kemenkes), jumlah kasus varian delta, ada 148 kasus di Indonesia (lihat grafis).

"Sudah ada 148 kasus yang kita temukan di 6 propinsi dan sebagian besar adalah transmisi lokal," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tirmizi, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (18/6).

Jumlah tersebut baru untuk infeksi varian Delta, belum Varian Alpha dan Beta yang juga sudah sejak beberapa waktu lalu terdeteksi di Tanah Air.

Dari 6 provinsi tersebut, Jawa Tengah disebut menyumbang kasus tertinggi. "(Jumlah itu) Delta saja, di DKI, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah," jabar Nadia.

Sementara itu, dari data di situs resmi covid19.go.id kemarin, terjadi penambahan jumlah kasus Covid-19 secara nasional sebanyak 12.990 kasus sehingga total menjadi 1.963.266.

Dengan angka tersebut, kasus harian Covid-19 mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya di angka 12.624 kasus. Masih dari data yang sama terjadi penambahan pasien sembuh mencapai 7.907 kasus.Adapun total pasien sembuh secara keseluruhan sebanyak 1.779.127 orang.

Sementara, jumlah yang meninggal dunia menjadi 54.043 orang setelah ada penambahan kasus meninggal hari ini sebanyak 290 orang. Dengan penambahan angka terkonfirmasi, kesembuhan dan kematian, maka terjadi penambahan kasus aktif sebanyak 4.793 kasus, sehingga total kasus aktif di Indonesia mencapai 130.096 kasus.

Sementara itu pada hari yang sama, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 132.215 dengan jumlah suspek 111.635.

Gedung DPRD Jateng 'Lockdown'

Sementara itu, Gedung Berlian Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah ditutup selama tiga hari, mulai Jumat (18/6) hingga Minggu (20/6).

Penutupan gedung yang ada di Jalan Pahlawan Kota Semarang ini dituangkan dalam surat nota dinasbernomor 443.76/64/2021 dengan kop Sekretariat DPRD Jatengyang ditandatangani Sekretaris DPRD Jateng, Urip Sihabudin.

Saat berita ini ditulis, Urip Sihabudin tidak merespon permintaan wawancara Tribun Jateng pada Jumat (18/6).Surat itu ditujukan untuk Ketua DPRD, Wakil Ketua, Ketua Komisi, dan Ketua Fraksi.

Dalam surat nota dinas tersebut, tertuang bahwa semua pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau non-ASN di gedung dewan telah melaksanakan rapid tes antigen pada Kamis (17/6).

"Telah dilaksanakan rapid tes antigen covid kepada 150 ASN dan non-ASN, terdeteksi 11 orang positif," bunyi dalam surat tersebut.

Terhadap 11 orang tersebut dilakukan isolasi untuk menghindari kontak dengan keluarga atau orang lain.
Kemudian, untuk mengurangi penyebaran covid, dilakukan penutupan dan sterilisasi selama tiga hari.

Penutupan ini bukan lah yang pertama kalinya dilakukan, sebelumnya gedung para wakil rakyat juga sempat dilakukan 'lockdown' lantaran ada beberapa anggota dewan dan staf yang terpapar covid.

Sementara,Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, Sukirman membenarkan adanya penutupan sementara seluruh lantai pada gedung dewan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

"Yang positif Covid-19 sudah berada di tempat karantina sejak pekan yang lalu," jelasnya.

Di sisi lain, di tengah kondisi sejumlah tempat 'dilockdown',warganet kembali dihebohkan dengan beredarnya video pidato BupatiBanjarnegarayang mengungkit soal kegiatan masyarakat.

Video itu justru ramai di perbincangkan di grup Facebook kabupaten tetangga, Purbalingga. Seketika video berdurasi 2:50 menit itu viral.

Dalam pidatonya pada video itu, BupatiBanjarnegaraBudhi Sarwono menegaskan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kegiatan masyarakat, baik keagamaan, olahraga, maupun seni budaya. Termasuk pentas Ebeg yang sempat dibubarkan polisi hingga menuai polemik beberapa waktu lalu.

Meski memberikan lampu hijau untuk kegiatan masyarakat, Bupati mewanti-wanti agar masyarakat betul-betul memerhatikan protokol kesehatan. "Monggo, jalan terus. Tapi aja lali (jangan lupa) prokes, " katanya
Budhi sepertinya serius dengan pernyataannya. Ia yang sempat kecewa atas aksi pembubaran Polri terhadap pentas Kuda Lumping di wilayahnya menyemangati warganya agar tetap optimis di masa pandemi Covid 19.

Di hadapan warganya, Budhi bahkan tak segan meminta warganya agar memfoto oknum yang menakut-nakuti dan melaporkannya ke Camat. Dari Camat laporan itu akan diteruskan ke Bupati.

"Pak Bupati akan menindak tegas, " katanya. (tribun network/kps/mam)

Baca juga: Opini Ade Mulyono: Pendidikan yang Berpikir

Baca juga: Efektifitas Vaksin AstraZeneca, Sinovac, dan Pfizer Melawan Varian Delta, Mana yang Lebih Ampuh?

Baca juga: Hotline Semarang : Peninggian Jalan Cilosari Bugangan Kapan Diselesaikan?

Baca juga: Anak Durhaka di Tasikmalaya, Ajak Duel Ayah, Bakar Rumah Orangtua Lalu Rusak Mushala

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved