Berita Wonosobo
Kreatif, Pemuda Patakbanteng Dieng Sulap Sampah Plastik Jadi BBM
Sampah sampai menumpuk di Sungai Serayu hingga mengganggu usaha pertanian warga karena air tercemar.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG. COM, WONOSOBO - Sampah plastik masih menjadi masalah serius bagi lingkungan.
Ini pula yang sempat dirasakan warga Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo.
Terlebih Desa itu merupakan kawasan wisata pendakian Gunung Prau.
Baca juga: Virus Corona Varian Delta Ngamuk di Indonesia, 2 Vaksin Ini Dilaporkan Ampuh Mengatasinya
Baca juga: Awalnya Dilarang Teddy untuk Dibuka, Rizky Febian Kaget Melihat Isi Gentong Peninggalan Lina
Baca juga: 6 Provinsi yang Teridentifikasi Penularan Varian Delta, Jawa Tengah Jumlah Kasus Tertinggi
Baca juga: 6 Oknum Anggota TNI AL Aniaya Warga di Wisma Atlet Hingga Tewas, Mayat Disembunyikan
Selain sampah rumah tangga, sampah dari kegiatan pariwisata pun cukup menganggu.
Sampah sampai menumpuk di Sungai Serayu hingga mengganggu usaha pertanian warga karena air tercemar.
Tapi itu cerita dulu.
Tepatnya, sebelum warga membangun tempat pengolahan sampah sementara yang dikelola kelompok pemuda.
Kini, tiap hari, beberapa pemuda berbagi tugas untuk mengambil sampah rumah tangga untuk dibawa ke tempat penampungan sementara.
Di sana, sudah ada beberapa pemuda lain yang menunggu untuk memilah sampah masyarakat.
Sampah yang bernilai jual dipisahkan lalu dijual ke pengepul untuk menutup operasional pengelola.
"Oleh warga, sampah dimasukkan kantong dan diletakkan di depan rumah.
Nanti ada yang mengambil, " kata Dani Setiawan, Ketua Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Tunggul Wulung Desa Patakbanteng, Sabtu (19/6/2021)
Tetapi ada yang menarik di luar kegiatan itu.
Pengelola ternyata punya target, sebisa mungkin pengolahan sampah berakhir di tempat mereka.
Karena itu, mereka berusaha berinovasi untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai guna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengolahan-sampah-jadi-bbm-di-kpsm-desa-patakbanteng.jpg)