Berita Wonosobo
Kreatif, Pemuda Patakbanteng Dieng Sulap Sampah Plastik Jadi BBM
Sampah sampai menumpuk di Sungai Serayu hingga mengganggu usaha pertanian warga karena air tercemar.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: M Syofri Kurniawan
Mereka mengolah sampah organik menjadi pupuk untuk mendukung usaha pertanian warga.
Adapun sampah anorganik, selain dijual, mereka mengolahnya menjadi batako.
Sampah-sampah plastik dipanaskan dengan suhu tertentu, lalu dicetak menggunakan alat press.
Batako berbahan limbah ini pun diklaim lebih kuat dari batako pada umumnya.
"Ini kelebihannya lebih kuat dibanding batako dari cor, "katanya
Kreatifitas anak-anak muda ini tak sampai di situ.
Mereka kini berinovasi untuk menyulap sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Mereka bekerjasama dengan Irhamto, petani dari Desa Karangtengah Kecamatan Batur Banjarnegara yang berhasil menciptakan alat untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak.
Irhamto merakit alat itu dari bahan besi semisal drum serta botol air mineral untuk menampung minyak.
Mulanya sampah plastik dimasukkan ke dalam tabung yang terbuat dari drum besi.
Sampah itu kemudian dibakar atau dipanaskan dengan suhu tertentu.
Uniknya, ia tak memakai gas elpiji untuk memanaskan, melainkan limbah oli yang didapat dari bengkel.
Ini sekaligus untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan dari limbah oli di masyarakat.
Tabung tempat sampah dipanaskan itu terhubung dengan pipa besi hingga uap menjadi BBM yang mengalir ke botol mineral.
"Bahan bakarnya juga kita manfaatkan dari limbah oli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengolahan-sampah-jadi-bbm-di-kpsm-desa-patakbanteng.jpg)