Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Kepala Kesbangpol Jateng Haerudin Beberkan Strategi Hadapi Ancaman Global

Obrolan santai Tribun Jateng yang dikemas dalam Podcast Tribun Jateng kali ini bersama narasumber Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
Tribun Jateng
Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin 2021 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Obrolan santai Tribun Jateng yang dikemas dalam Podcast Tribun Jateng kali ini bersama narasumber Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin. Dipandu host Tribun Jateng, Ruth Novita bertanya hal hal yang ringan dan cocok dengan kaum milenial.

Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin memaparkan banyak hal terkait cara-cara pembumian Pancasila di Jawa Tengah, menangkal paham dan ideologi yang menyimpang, termasuk pencegahan munculnya aksi terorisme. Video Podcast telah tayang di Tribunjateng.com dan kali ini disajikan kepada pembaca koran cetak Tribun Jateng, yang ditranskrip oleh Wartawan Mamdukh Adi Priyanto.

Diterangkan ole Haerudin, Pancasila pilar ideologi negara Indonesia menjadi dasar dan pedoman yang kuat untuk mencapai tujuan bernegara. Pancasila sejatinya harus dipahami secara benar oleh masyarakat yang nantinya juga akan diimplementasikan secara tepat di kehidupan sehari-hari.

Untuk membumikan Pancasila, Kesbangpol Jawa Tengah terus melakukan sosialisasi dan implementasi nilai-nilai Pancasila yang sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karenanya, penanaman nilai Pancasila diperlukan kolaborasi dengan semua pihak termasuk generasi milenial.
Supaya, para milenial memiliki petunjuk dan pandangan hidup dalam bertindak dan berbuat dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara. Berikut petikan wawancaranya.

Apa tantangan masyarakat Jateng di era globalisasi ini?
Tantangan kita hari ini covid, saya pikir bukan Jateng, tapi juga Indonesia dan dunia. Hari ini beberapa daerah di Jateng sedang zona merah.
Tantangan lain yang tidak bisa diabaikan, terutama untuk anak muda atau milenial yakni narkoba. Ini perlu diketahui teman-teman Tribunners, lantaran narkoba sudah masuk ke generasi muda, mencapai 27 persen. Tantangan lain yakni terkait radikalisme dan terorisme. Misalnya pada awal Ramadan kemarin ada aksi teroris. Dan di Jateng ada penangkapan 6 orang. Jadi memang harus kita antisipasi.

Apa kiat Kesbangpol hadapi ancaman tersebut?
Kami punya tugas dan fungsi penguatan nilai-nilai kebangsaan, membumikan nilai- nilai Pancasila. Anak bangsa harus sadar, negeri ini harus dicintai bersama-sama, harus kita pelihara bersama-sama.
Ideologi transnasional mengganggu dan masuk ke negeri ini. Harus diantisipasi dan diwaspadai. Kita harus hadapi tantangan apalagi di era globalisasi ini, ada keterbukaan informasi, masuk di medsos luar biasa.

Apa saja tantangan saat ini terkait nilai-nilai Pancasila?
Pancasila harus dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam tindakan. Paling penting, pemahaman benar tentang Pancasila. Kalau Pancasila dipahami secara benar, insyaallah diamalkan sebagai tindakan yang benar. Permasalahannya terkadang pemahaman tidak pas, sehingga tindakannya juga berpengaruh tidak tepat.
Kebetulan kami baru saja ada kegiatan talkshow yang diselenggarakan di Solo. Dihadiri gubernur, Prof Hariono dari BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), wali kota, dan tokoh agama, yang menyampaikan hal positif. Acara juga dihadiri dunia usaha, yang menyampaikan hal bagus dengan Pancasila diamalkan terutama di dunia usaha.
Para pelaku dunia usaha bercerita ternyata harus menerapkan nilai Pancasila. Dengan begitu, jadi pengamalan yang menjadi spirit orang menjalankan usaha dengan baik. Saya kira semua sepakat, mengaktualisasikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari.

Bagaimana Pancasila diaplikasikan dalam tindakan?

Sila pertama, tentu sebagai masyarakat Indonesia yang religius, beragama, Ketuhanan Yang Maha Esa, penganut agama dan penganut kepercayaan sepakat itu. Atas kesepakatan ini, ada dua hal yang bisa diwujudkan dalam sikap kesehariannya. Pertama, beribadah sesuai agama masing- masing dan kedua toleransi, ini yang penting. Boleh beragama dengan baik, tapi jangan lupa toleransi, kita hormati agama lain. Dan seterusnya.
Respons milenial memahami Pancasila dan NKRI?
Ada kegiatan yakni pendidikan politik (FGD) yang melibatkan generasi muda. Pada dasarnya bagaimana mereka punya pemahaman bersama tentang nilai kebangsaan dan Pancasila, aktualisasikan bareng-bareng dan berkolaborasi.
Apa potensi yang perlu diwaspadai?
Saya kira itu tadi, masih covid, keselamatan jiwa, saya kira menjadi nomor satu. Jadi, keselamatan manusia nomor satu, semua harus waspada sehingga tidak menjalar. Hal lainnya terkait radikalisme dan terorisme yang harus terus diwaspadai di Jateng. Kemudian terkait narkoba, karena namanya terorisme, narkoba dan korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime.
Apakah pelajar perlu wawasan kebangsaan?
Tidak sekedar perlu. tapi wajib. Memang kemarin sempat berdiskusi karena hari ini dalam regulasi kita yang wajib pelajaran Pancasila itu di lingkungan perguruan tinggi. Di lingkungan pelajar, Sisdiknas, Pancasila ada dalampelajaran PPKN.
Saya ditunjuk jadi koordinator Pancamandala di Jateng. Di situ kita ada tugas membumikan Pancasila dengan lima koordinator, pendidikan, pemerintahan, kemasyarakatan, pers atau media, dan dunia usaha. (mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved