Breaking News:

Karyawan Pabrik Sepatu Karanganyar Diliburkan Buntut Kasus Corona, Diusahakan Dapat Gaji

Karyawan satu pabrik sepatu di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar diupayakan tetap mendapatkan upah meski diliburkan sementara waktu.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Anggota Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar melakukan fogging di kawasan pabrik sepatu daerah Kecamatan Jaten.  

Penulis: Agus Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Karyawan satu pabrik sepatu di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar diupayakan tetap mendapatkan upah meski diliburkan sementara waktu dampak adanya beberapa karyawan terkonfirmasi positif Covid-19 hasil rapid swab antigen. 

Penutupan satu pabrik untuk sterilisasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dilakukan selama 10 hari. Penutupan sementara operasional pabrik itu telah dilakukan enam hari lalu.

Kabid Hubungan Industrial (HI) Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar, Hendro Prayitno menyampaikan, telah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Jateng dan pihak manajemen pabrik untuk mengusahakan supaya karyawan yang diliburkan sementara tetap mendapatkan upah. 

"Biarpun diliburkan tetap dibayar. Sesuai dengan Permenaker Nomor 2 Tahun 2021 terkait dengan pengupahan perusahaan padat karya yang terdampak Covid-19," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (22/6/2021). 

Berkaca dari adanya kasus Covid-19 di lingkup perusahaan, dinas mengimbau kepada semua perusahaan supaya meningkatkan penerapan protokol kesehatan. 

"Hari ini tadi kami selain menyerahkan Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke perusahaan, kami juga melakukan pembinaan terkait protokol kesehatan," ucapnya. 

Seiring meningkatkan kasus Covid-19 di beberapa daerah, dinas juga mengimbau kepada perusahaan supaya membuat kesepakatan bersama dengan pekerja kaitannya dengan upaya pencegahan Covid-19. Semisal pembatasan mobilitas pekerja melakukan perjalanan ke luar daerah atau kota. 

Kendati demikian, Hendro menegaskan, kebijakan itu tentu atas persetujuan antara perusahaan dan karyawan. 

"Ketika mungkin keluar daerah tidak diperbolehkan, kemudian nanti ada teguran dan sebagainya itu monggo. Ini sebenarnya diterapkan di perusahaan boleh karena saat ini kasus melonjak. Akan tetapi tetap atas kesepakatan bersama," jelasnya. 

Terpisah, Kades Jaten, Harga Satata mengatakan, total ada 97 karyawan di pabrik sepatu itu yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga kemarin malam.  Hasil itu diketahui setelah dilakukannya swab antigen terhadap 745 karyawan. Adapun total karyawan di pabrik tersebut ada sekitar 1.100 orang.

"Perkembangan hari ini belum ada laporan (terbaru). Masih menunggu hasil swab dari klinik yang ditunjuk perusahaan dan ada karyawan yang swab mandiri," terangnya saat dihubungi pukul 13.10.

Dia menjelaskan, karyawan pabrik berasal tidak hanya dari wilayah Kabupaten Karanganyar saja, ada juga yang berasal dari Kabupaten Sukoharjo dan Sragen. Mereka kini telah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Ada 11 orang yang menjalani isolasi mandiri di indekos sekitar pabrik dan saat ini masih dalam pemantauan Satgas Covid-19 desa. 

Seperti diberitakan sebelumnya, adanya kasus Covid-19 di pabrik tersebut bermula dari seorang karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani swab antigen bersama anggota keluarganya. Mengingat ada seorang anggota keluarga dari karyawan itu merasa tidak enak badan. 

Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan serta fogging telah dilakukan di kawasan pabrik. Operasional pabrik juga ditutup sementara selama 10 hari. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved