Kabupaten Semarang
Cuaca Tak Menentu, Disparitan Kabupaten Semarang Minta Warga Waspadai Penyebaran Flu Burung
Disparitan Kabupaten Semarang meminta masyarakat waspadai penyebaran flu burung seiring kondisi cuaca yang tidak menentu.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
Penulis: M Nafiul Haris
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Pangan, Perikanan, dan Pertanian (Disparitan) Kabupaten Semarang meminta masyarakat waspadai penyebaran flu burung seiring kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kepala Disparitan Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengatakan sampai sejauh ini belum terdapat temuan kasus flu burung.
Meski demikian, diakui telah dilakukan sejumlah langkah antisipasi.
Baca juga: Di SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu, Siswa Dibekali Menghafal Alquran selama 3 Tahun
Baca juga: Kebanjiran Order, Penjualan Minuman Serbuk Empon-empon Milik Kholid Meningkat 100 Persen
Baca juga: Lantik Anak Pedangdut Arafiq Jadi Bupati Pekalongan di Hari Libur, Ganjar: Ini Jadi Pengingat
"Mulai petugas lapangan sampai obat-obatan. Kami sudah mendistribusikan vaksin untuk mengantisipasi penyebaran virus Avian Influenza (AI) atau flu burung pada unggas," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (27/6/2021)
Menurut Wigati, selain obat petugas survei ke lapangan mencari data juga telah disiapkan apabila sewaktu-waktu mendapat laporan kasus flu burung di Kabupaten Semarang.
Ia menambahkan, masyarakat agar tidak lengah mengingat cuaca yang tidak menentu dari musim hujan ke hujan tetapi faktanya masih seringkali terjadi hujan dengan intensitas cukup deras.
"Perubahan cuaca di Kabupaten Semarang akhir-akhir ini berisiko menimbulkan wabah penyakit pada hewan khususnya unggas. Kami pastikan petugas di Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan yang ada di hampir setiap kecamatan siap melayani masyarakat jika ada temuan," katanya
Baca juga: Olah Warna Dedaunan, Retno Warga Tegal Hasilkan Kerajinan Kain Ecoprint, Terjual Sampai Mancanegara
Baca juga: Sinopsis Drakor Penthouse 3 Tayang di Trans TV Setiap Sabtu Pukul 19.00 WIB
Baca juga: Siap-Siap, Pemkot Semarang Akan Buka Tiga Sentra Vaksinasi di Kampus Perguruan Tinggi
Dia mengungkapkan, vaksinasi terhadap hewan pada periode tertentu juga terus digalakkan.
Bagi warga jika membutuhkan tindakan di lapangan semisal ada laporan ternaknya mengalami gejala penyakit bisa langsung komunikasi dengan dokter hewan di Puskeswan.
Pihaknya menyatakan, langkah mencegah terjadinya wabah flu burung diantaranya menjaga kebersihan kandang ternak dan membuang sisa makanan agar tidak tercampur dengan kotoran hewan.
"Lalu, rutin memberi makanan penambah imun atau vitamin pada hewan dan vaksinasi dengan berkonsultasi langsung ke Puskeswan. Tetapi yang penting kebersihan kandang harus terjamin," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wigati-sunu-1.jpg)