Breaking News:

Berita Kendal

Dewan Dukung Pemkab Kendal Serius Tangani Pelaku UMKM

DPRD Kendal mendorong penuh agar Pemkeb Kendal lebih serius dalam menangani pelaku UMKM.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Istri Bupati Kendal, Chcha Frederica melihat-lihat produk UMKM berupa kerajinan tas dan kain batik dengan menggunakan teknik eco print saat gelar expo UMKM di Pendopo Kendal beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal mendorong penuh agar Pemerintah Kabupaten Kendal lebih serius dalam menangani pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya.

Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun mengatakan, UMKM merupakan satu sektor penting yang bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dengan jumlah yang cukup besar di Kabupaten Kendal, pemerintah daerah dapat membuatnya sebagai ujung tombak untuk menggeliatkan ekonomi daerah.

Namun, pelaku UMKM membutuhkan koneksi berupa kebijakan-kebijakan yang bisa mengembangkan dan memajukan produk yang dihasilkan. Termasuk stimulus dana pengembangan usaha.

"Kami apresiasi atas apa yang dilakukan eksekutif dalam memberikan stimulus kepada mereka (pelaku UMKM, red). Agar mereka bisa mengembangkan usahanya dengan ditopang berbagai kebijakan tentunya link and match UMKM ini dengan berbagai mitra yang bisa mendukung proses perkembangan UMKM hingga ke kancah internasional," terangnya, Minggu (27/6/2021).

Menurut Makmun, banyak pelaku UMKM di Kendal memiliki produk bagus, layak konsumsi, dan diterima masyarakat secara umum. Namun, di era 4.0 ini banyak pelaku UMKM kesusahan dalam membangun koneksi melalui pemasaran produk secara online.

Sehingga, mereka perlu terobosan-terobosan, trik dan cara baru menembus market pasar global melalui internet. Seperti contoh menggandeng platform digital didukung dengan fasilitasi dari pemerintah daerah.

Dengan itu, pemerintah melalui kebijakan kepala daerah bisa menghubungkan pelaku UMKM dengan proses yang lebih modern. Sebuah proses pemasaran produk yang ditumpukan dengan memanfaatkan digitalisasi sehingga menjangkau pasar tak terhingga. 

"Langkah konkrit, kinerja, pendampingan, support dan arahan dari pemerintah lebih dibutuhkan. Karena masih ada sebagian masyarakat kita masih terbelakang dalam penggunaan gadget misalnya. Perlu edukasi agar semua bisa maju bersama," tutur Makmun. 

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal, Kun Cahyadi mengatakan, saat ini ada 31.000 pelaku UMKM berskala mikro tersebar di 20 kecamatan. Sebanyak 9.446 di antaranya sudah terdaftar dalam online data sistem (ODS), 3.029 UMKM sudah dilakukan pendampingan, dan 2.561 pelaku UMKM telah diberikan dukungan fasilitas pelatihan.

Katanya, banyak UMKM yang mampu melahirkan produk-produk berkualitas dari Kendal. Beberapa di antaranya sudah bisa melakukan ekspor produk ke berbagai daerah. Seperti arang batok kelapa (tempurung kelapa), pupuk organik, hingga lahan keripik ketela yang di ekspor ke berbagai negara. 

Ia berharap, dorongan pemerintah kepada pelaku UMKM Kendal terus berjalan dengan lancar untuk kemajuan perekonomian masyarakat. "Kita harapkan akan terus berkembang UMKM Kendal," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved