Breaking News:

Berita Solo

Kemenag Solo Gali Info Profil Kuttab, Tempat Belajar Anak yang Rusak Makam di Cemoro Kembar Solo

Kemenag Kota Solo melakukan asesmen terhadap kuttab, tempat belajar anak-anak, yang terkait dengan pelaku perusakan makam di Cemoro Kembar.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Kepala Kanwil Kemenag Solo, Hidayat Maskur 

Kemenag Solo Lakukan Asesmen Terhadap Kuttab Tempat Belajar Anak Diduga Lakukan Perusakan Makam 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kemenag Kota Solo melakukan asesmen dengan cara menggali informasi dari proses dan hasil pembelajaran kuttab, tempat belajar siswa yang terkait dengan anak-anak pelaku perusakan belasan makam di Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon. 

Hal itu dilakukan, lantaran kuttab, lembaga pendidikan yang bernama Millah Muhammad ini, belum mengantongi izin penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar. 

“Akan kami lakukan pelaksanaan asesmen. Tim sedang menyusun dan bergerak,” ucap Kepala Kemenag Kota Solo, Hidayat Maskur, Rabu (30/6/2021). 

Dia mengatakan, asesmen ini di antaranya untuk mengetahui faktor di balik orangtua siswa itu memilih menyekolahkan anaknya di tempat tersebut. 

Untuk itu, lanjut Maskur, pihaknya berkordinasi dengan Polresta Solo untuk melakukan pemanggilan orang tua siswa. 

Menurutnya, dari asesmen ini akan menanyakan beberapa pertanyaan wajib untuk orang tua siswa. 

Baca juga: Tekan Lonjakan Covid-19, Pemkab Jepara Gelar Vaksinasi Massal, Sasar 1.000 Warga di Hari Pertama

Baca juga: Kembali Tambah Sentra Vaksinasi, Hendi Sasar 6.000 Warga Setiap Hari

Baca juga: Ketua Umum KSP Intidana Budiman Dikaitkan Persoalan Pemalsuan Data, Begini Curhatannya

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Karir di Semarang Rabu 30 Juni 2021

“Paling wajib, kenapa menyekolahkan anak di situ? Kenapa tidak menyekolahkan ke lembaga pemerintah yang sah? Itu harus diketahui,” ungkapnya. 

Maskur menyebut, nantinya, pertanyaan-pertanyaan itu untuk merujuk faktor sebenarnya dari orangtua siswa tersebut. 

“Bisa jadi faktor tidak mampu membayar atau ada motif lainnya. Kita cari solusinya bersama, nah sekarang sudah difasilitasi semua gratis,” jelasnya. 

Sementara itu, Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Sholahudin Aly mengatakan, pihaknya menyayangkan peristiwa perusakan makam di Mojo, Pasar Kliwon itu. 

Sholahudin juga mendesak, kepada pihak terkait untuk mengusut tuntas kasus yang sempat menyita perhatian publik itu. 

“Yang kami khawatirkan, bisa terjadi di wilayah lain. Ini tidak benar, sehingga perlu diusut tuntas,” tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved