Berita Salatiga

PPKM Darurat, Pemkot Salatiga Buka Call Center Covid-19 Layani Aduan 24 Jam

Kota Salatiga menjadi salah satu daerah yang wajib menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat periode 3-20 Juli 2021

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muslimah
Humas Prokompim
Poster layanan call center Covid-19 Pemkot Salatiga. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kota Salatiga menjadi salah satu daerah yang wajib menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat periode 3-20 Juli 2021.

Pasalnya, Kota Salatiga masuk wilayah assesmen dengan status level empat dari 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. 

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan selama penerapan PPKM Darurat masyarakat diminta tidak panik. Kemudian Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga telah membuka aduan pelayanan terkait penanganan virus Corona (Covid-19) apabila terjadi situasi kedaruratan. 

"Kami selama penerapan PPKM Darurat membuka call center selama 24 jam. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi nomor tertera. Prinsipnya PPKM Darurat ini tidak berbeda, hanya lebih diperketat saja," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (2/7/2021) 

Menurut Yuliyanto, selama penerapan PPKM Darurat toko modern, minimarket dibatasi maksimal sampai pukul 20.00 WIB. Kemudian, pasar tiban di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) ditutup sementara, termasuk ruang-ruang publik seperti Alun-alun Pancasila. 

Ia menambahkan, kemudian operasional pasar tradisional maksimal berjualan sampai pukul 14.00 WIB. Untuk apotik maupun toko obat dibolehkan buka selama 24 jam. 

"Lalu, aktivitas tempat ibadah seperti masjid, gereja maupun wihara untuk sementara ditutup. Pagelaran seni budaya atau pertunjukkan melalui virtual. Kemudian acara pernikahan diijinkan tetapi harus protokol kesehatan ketat," katanya

Yuliyanto mengungkapkan, untuk warung makan atau usaha kuliner wajib melayani pembeli secara take a way atau tidak boleh makan maupun minum di tempat. 

Dia menerangkan, untuk mendukung suksesnya penerapan PPKM Darurat Mikro upaya testing, tracing, dan treatment akan lebih ditingkatkan dengan rata-rata perhari minimal diangka 424 orang. 

"Kami juga meminta warga untuk tetap memakai masker. Jangan memakai face shield tapi meninggalkan masker, dan rutin mencuci tangan, baik pakai sabun atau handsanitizer," ujarnya (ris) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved