Bisnis
Tak Terdampak Pandemi, Aset BKK Jateng Tetap Tumbuh Rp 2,3 Triliun
PT BKK Jateng Perseroda berhasil mencatatkan pertumbuhan meski di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – PT BKK Jateng Perseroda berhasil mencatatkan pertumbuhan meski di tengah pandemi Covid-19.
Direktur Utama PT BKK Jateng Perseroda Koesnanto menuturkan, di masa pandemi kinerja PT BKK Jateng cukup menggembirakan.
Menurutnya, jumlah debitur turun namun tidak terlalu signifikan.
Pada Desember 2020 yang mencapai 507.000 debitur, turun
5.800 debitur pada kuartal I/2021 menjadi 501.000 debitur.
• Not Angka Meraih Bintang Via Vallen
• Update Virus Corona Kota Semarang Jumat 2 Juli 2021, Tembalang Tertinggi Disusul Pedurungan
• Wisata Menjadi Salah Satu Sektor yang Tutup Sementara Selama PPKM Darurat di Kabupaten Tegal
“Hal ini memang karena situasi, di mana sejumlah debitur belum mampu meneruskan usahanya karena
pandemi."
"Namun kita bisa melihat, aset kami bagus, aset di Rp 2,3 triliun, kemudian untuk target akhir tahun 2021 sebesar Rp 2,4 triliun.
Alhamdulilah di kuartal I/2021 kita sudah mencapai Rp 2,298 triliun, di kuartal II/2021 kita bergerak di Rp 2,3 triliun.
Artinya, bahwa walupun di masa pandemi ini kita masih bisa terjaga dengan bagus,” kata Koesnanto seperti keterangan tertulis yang diterima tribunjateng.com, Jumat (2/6/2021).
Dari sisi pertumbuhan kredit, ia melanjutkan, pertumbuhan terjadi yakni pada Desember 2020 yang sebesar Rp 1,3 triliun, kemudian di kuartal I/2021 ada di posisi Rp 1,360 triliun.
Sementara di kuartal II mencapai Rp1.370 triliun.
“Ini (pertumbuhan kredit) luar biasa karena berpengaruh pada pencapaian laba usaha. Pada Desember 2020 perolehan laba Rp38,5 miliar, sementara target 2021 Sebesar Rp 53 miliar.
Pada Juni laba BKK Jateng sudah di angka Rp 22 miliar artinya di situasi pandemi, BKK Jateng ini bisa menumbuhkan laba luar biasa di kisaran 30% lebih. Ini tentunya membanggakan,” ujarnya.
Baca juga: Eks Bos Bank Jateng Cabang Jakarta dan Blora Jadi Tersangka Korupsi, Ini Tanggapan DPRD Jateng
Baca juga: Aston Inn Pandanaran Semarang Pastikan Seluruh Karyawan Sudah Divaksin
Baca juga: Chord Kunci Gitar Jari Manismu Sleman Receh
Koesnanto menjelaskan, data debitur BKK Jateng yang usianya di bawah 48 tahun ada 39.000 artinya ada
75% yang memang disiapkan untuk layanan digital.
Disebutkan, tahun ini BKK Jateng membangun fondasi teknologi yang diharapkan di awal tahun 2022 atau pertengahan telah "Go Digital".
"Digitalisasi BPR ini untuk melayani segmentasi pasar yang 75% tadi karena, artinya teknologi yang kami ciptakan semangatnya menangani debitur usia generasi milenial, dengan tetap melayani budaya lokal. Perpaduan budaya lokal dan teknologi itu harus bisa berjalan dengan baik,” tuturnya. (idy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelayanan-perbankan-di-bkk-jateng.jpg)