Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Warga Jepang yang Akan Ambil BLT di Kudus Harus Vaksin Dahulu

Setiap warga Desa Jepang, Mejobo, Kudus yang tercatat sebagai penerima BLT Dana Desa (BLT-DD) harus menjalani vaksinasi. Program tersebut sekaligus me

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
Istimewa/Dinkominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo meninjau vaksinasi sekaligus pencairan BLT-DD di Balai Desa Jepang, Mejobo, Kudus, Senin (5/7/2021). 

Penulis: Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Setiap warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus yang tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) harus menjalani vaksinasi. Program tersebut sekaligus menjadi ajang percepatan vaksinasi bagi warga.

Kepala Desa Jepang, Indarto, mengatakan, tenaga kesehatan yang dikerahkan dalam vaksinasi yang berlangsung di Balai Desa Jepang berasal dari Puskesmas setempat.

Desa Jepang merupakan yang pertama di Kudus menggagas vaksinasi bersamaan dengan pencairan BLT-DD.

Baca juga: Syarat Agar BLT UMKM Cair di BNI & BRI Rp 1,2 Juta, Ini Link Cek Online

Jadi setiap warga yang datang ke balai desa untuk mengambil dana BLT-DD terlebih dahulu harus menjalani screening vaksinasi.

Jika dinyatakan lolos, kemudian dia akan menjalani suntik vaksin di sebuah bilik. Baru setelahnya mereka akan masuk aula untuk mendapatkan BLT-DD sebesar Rp 300 ribu.

"Kalau dari hasil screening tidak lolos, BLT tetap kami berikan vaksinasi ditunda bulan depan," ujar Indarto, Senin (5/7/2021).

Warga menerima BLT-DD di Balai Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Senin (5/7/2021). Sebelum pencairan, warga penerima BLT harus menjalani vaksinasi yang berlangsung di balai desa.
Warga menerima BLT-DD di Balai Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Senin (5/7/2021). Sebelum pencairan, warga penerima BLT harus menjalani vaksinasi yang berlangsung di balai desa. (Tribun Jateng/Rifqi Ghozali)

Tercatat ini merupakan pencairan BLT-DD keenam di Desa Jepang. Jumlah warga penerima terhitung ada 190 orang.

"Tidak semuanya divaksin, sebab ada juga warga penerima BLT yang sebelumnya sudah vaksin di luar," ujar dia.

Pihaknya berencana, bagi penerima BLT-DD bulan depan boleh membawa anggota keluarganya untuk turut mengikuti vaksinasi yang bersamaan dengan pencairan bantuan.

Program tersebut disambut baik oleh warga penerima bantuan. Satu di antaranya Nuryanti (38). Dia bersedia dengan sepenuh hati untuk disuntik vaksin. "Biar sehat," katanya.

Nuryanti yang statusnya sebagai buruh pabrik rokok di Kudus ini juga telah menanti vaksinasi yang dilakukan oleh perusahaan.

Hanya saja antrean yang cukup banyak, akhirnya dia belum sempat disuntik vaksin program dari pabriknya.

"Ini ikutan di sini saja," kata dia.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus, Adhi Sadono, mengatakan, inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Jepang bisa ditiru oleh desa lain.

"Di samping penyaluran BLT, warga senang dapat duit dan sudah tervaksin," katanya.

Kata Adhi, sampai saat ini sebagian besar desa di Kudus sudah menyalurkan BLT-DD yang keenam. Hal tersebut sebagai satu di antara syarat bagi desa untuk kembali mencairkan dana desa tahap berikutnya.

"Kalau pengajuan pencairan dana desa tahap dua sudah 102 desa. Sisanya yang belum pengajuan karena terbentur pencairan tahap pertama sebanyak 12 desa kemudian sisanya lagi karena masih proses perubahan APBDes," ujar dia.

Bupati Kudus, HM Hartopo, memuji pelaksanaan vaksinasi sekaligus penyaluran BLT-DD yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Jepang.

"Sangat bagus, ini merupakan sebuah inovasi baru dari pemdes Jepang. Selain penyerahan BLT-DD, juga dilakukan vaksinasi serta edukasi pada masyarakat tentang pentingnya vaksin" ujarnya.

Hartopo pun memberikan apresiasi terhadap inovasi pemerintah desa sehingga membuat masyarakat antusias mengikuti vaksinasi sekaligus menerima BLT.

"Saya lihat masyarakat antusias sekali ketika menerima BLT sekaligus mendapatkan vaksinasi secara massal, sangat bagus inovasi dari pemdes, sangat apresiasi," ungkapnya.

Selain itu, Hartopo berharap jika inovasi yang dilakukan desa Jepang dapat diikuti oleh desa-desa lainya dalam penyaluran BLT DD sekaligus vaksinasi. Pihaknya juga memerintahkan Kepala Dinas terkait untuk mensosialisasikan inovasi tersebut.

"Semoga dapat diikuti semua desa. Saya perintahkan pada kepala Dinas PMD agar dapat mensosialisasikan inovasi ini untuk dicontoh desa lain dalam penyaluran blt juga harus ada rangkaian ini (vaksinasi)," terangnya.

Hartopo mengatakan vaksinasi di Kudus telah berjalan dengan target 5 sampai 6 persen dengan total 36 ribu. Oleh karena itu, pihaknya terus bekerja sama dengan stakeholder terkait dalam percepatan mobilisasi vaksinasi.

"Target kami masih banyak, kami dibantu perusahaan dalam memberikan fasilitas serta mobilisasi dalam penyelesaian target vaksinasi. Harapan kami bisa segera menyelesaikan target yang sudah ada, banyak sekali targetnya yang belum terpenuhi," terangnya.(*)

Berita terkait BLT UMKM

Berita terkait Kudus

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved