Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Satpol Los Dol

Satpol PP Kota Semarang yang melakukan penegakan pedagang ngeyel melanggar aturan PPKM Darurat berseliweran di media sosial

Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/grafis/bram
Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi 

Oleh Galih Permadi

Wartawan Tribun Jateng

Beberapa hari ini video Satpol PP Kota Semarang yang melakukan penegakan pedagang ngeyel melanggar aturan PPKM Darurat berseliweran di media sosial. Penggalan video itu mengundang reaksi negatif dari warganet lantaran penegakan aturan Satpol PP dianggap arogan dan tidak manusiawi.

Video pertama dibagikan sebuah akun Instagram jabodetabeksociety. Dalam video tersebut Satpol PP menjebol tembok sebuah warung burjo di Jalan Puspowarno Raya, Semarang Barat.

Dalam narasi video tersebut dua pemilik warung melanggar aturan melebihi aturan PKM. “Busettt idh gilee,” demikian keterangan video yang ditulis pemilik akun.

Ratusan netizen berkomentar miring dengan tindakan Satpol PP. “Biar tertib tapi bukan gitu caranya,” tulis pemilik akun ew.comsly. “Lh emng di peraturannya kalo ngelanggar warung nya di jebol?,” pemilik akun ajienomoto_.

Aksi Satpol PP berujung cibiran tak hanya sekali. Video yang dibagikan pemilik akun infokejadiansemarang. Satpol PP melakukan penertiban PPKM Darurat di Mijen.

Dalam penertiban tersebut, Satpol PP mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot tempat usaha yang ngeyel nekat buka. Tak hanya itu, barang dagangan dan aset pun disita. Belasan ribu komentar menanggapi video tersebut.

Warganet menganggap aksi Satpol PP tidak manusiawi. “Parah, menertibkan boleh tapi tidak dengan cara yg manusiawi gitu bos, la emange kucing disemproti ngono,” demikian komentar pemilik akun hilariuserwin. “Apa bedane satpol pp karo preman saiki,” kata pemilik akun rzqgng_.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun bereaksi dengan beredarnya video viral tersebut. Hendi menegur keras Kepala Satpol PP, Fajar Purwoto.

Tindakan penyemprotan tersebut di luar sepengetahuannya, dan tidak sesuai dengan arahan yang telah diberikannya. "Saya tegur Kepala Satpol PP, karena Satpol PP secara terang - terangan menyemprot warung-warung yang masih berjualan. Saya rasa masih banyak cara yang bisa kita lakukan, supaya kemudian semua bisa nurut dengan aturan”.

"Semua tindakan harus efisien dan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sampaikan kepada masyarakat dengan santun. Jangan sampai karena rekan-rekan capek menjalankan tugas, kemudian ada tindakan - tindakan yang kontra produktif," kata Hendi, Selasa (6/7/2021).

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mempunyai alasan sendiri dengan viralnya video tersebut. Satpol PP melakukan penindakan bukan karena ingin mencari sensasi, melainkan dalam rangka upaya menekan penyebaran Covid-19.

"Kami tidak cari sensasi. Kondisi darurat harus saling menyadari. PPKM mikro yang dijalankan camat dan lurah tidak digubris. Kami berupaya bagaimana menyadarkan masyarakat. Upaya lain pakai pemadam," kata Fajar.

Aksi serupa sebelumnya juga pernah dilakukan Satpol PP di beberapa kota. Aksi latah ini saya rasa kurang bijak dan tidak tepat sasaran di tengah kondisi yang serba salah seperti sekarang ini: ingin bekerja tapi terbatas karena pandemi, tidak bekerja tak ada yang menjamin dapur ngebul setiap hari.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved