Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Syaiful dkk Tempuh Cuaca Ekstrem untuk Cari Pendaki Hilang di Gunung Slamet

Relawan Gunung Slamet di Purbalingga tetap melakukan upaya mandiri untuk mencari siswa SMAN 5 Kota Magelang.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Selasa 13 Januari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Operasi pencarian Tim SAR terhadap pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, telah resmi ditutup, pada 7 Januari silam.

Akan tetapi, relawan Gunung Slamet tetap melakukan upaya mandiri untuk mencari siswa SMAN 5 Kota Magelang tersebut.

Harapan untuk menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan (18), siswa yang hilang di Gunung Slamet, belum  sepenuhnya padam.

Syafiq hilang di Gunung Slamet, setelah mendaki melalui Jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. 

Sejumlah relawan yang tergabung dalam Basecamp Slamet Jalur Bambangan, Purbalingga, memilih tetap bergerak untuk melakukan pencarian secara mandiri.

Mereka menempuh medan yang kian berat dan cuaca yang seringkali tidak bersahabat, demi menemukan Syafiq. 

Koordinator Basecamp Slamet Jalur Bambangan, Syaiful Amri mengatakan, keputusan untuk melakukan pencarian mandiri ini dilakukan atas dasar kemanusiaan.  

Sebagai pengelola jalur pendakian dan warga yang hidup di kawasan kaki Gunung Slamet, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus berupaya. 

Syaiful menjelaskan, upaya pencarian mandiri terhadap Syafiq, telah dilakukan sejak Jumat (9/1/2026) pekan lalu.

Saat itu, pihaknya memberangkatkan tiga Search dan Rescue Unit (SRU) pada titik pemetaan dan koordinat yang sebelumnya telah disusun oleh Basarnas.  

"Tiga hari kemarin kami kembali menelusuri area sesuai pemetaan dari Basarnas, bahkan kami maksimalkan lagi. Tapi, sampai dengan hari Minggu (11/1/2026) kemarin, belum ada tanda-tanda (keberadaan Syafiq—Red)," ujar Syaiful kepada Tribun Jateng, Senin (12/1/2026). 

Jalur Baturraden

Meski demikian, Syaiful mengatakan upaya masih dilakukan hingga hari ini, dengan memperluas area pencarian.  

"Semalam (Minggu malam—Red), kami sudah koordinasi dengan Basecamp Bambangan. Dari situ kami sepakat memperluas pencarian ke Jalur Baturaden," kata Syaiful.

"Sebab, secara historis, seringkali pendaki itu nyasar ke jalur tersebut," sambungnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved