PPKM Darurat
24.594 WNA Tiba di Indonesia Selama Masa PPKM Darurat, Pedagang Kaki Lima Diminta Tutup
24.594 WNA tiba di Indonesia selama masa PPKM Darurat berjalan satu minggu. Data itu kontras.
"Termasuk minimnya ketersediaan tabung oksigen dan juga pasokan obat-obatan,” kata dia.
Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah memberhentikan dulu kedatangan WNA selama PPKM Darurat berlangsung.
Sebab, kata dia, Indonesia tengah fokus dalam penanganan Covid-19 yang setiap harinya terus alami peningkatan kasus baru.
Ia juga mengingatkan pemerintah bahwa saat ini masyarakat kesulitan mencari rumah sakit yang keterisian tempat tidurnya memadahi.
Selain itu, persoalan tabung oksigen juga menjadi masalah akibat lonjakan kasus Covid-19.
Baca juga: Polisi Ungkap Motif 3 Orang Merusak Gereja di Samarinda, Tidak Ada Hubungan dengan Teroris dan SARA
Baca juga: Polisi Ungkap Motif 3 Orang Merusak Gereja di Samarinda, Tidak Ada Hubungan dengan Teroris dan SARA
Baca juga: Selama Sepekan, Wanita Ini Tak Sadar Ada Pecahan Sumpit di Hidungnya, Berawal Sebuah Pertengkaran
“Kita sedang sulit-sulitnya dalam mengatasi kasus keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit. Kita sedang sulit-sulitnya mengatasi permasalahan tabung oksigen dan juga permasalahan donor plasma konvalesen yang masih sulit dicari bagi pasien Covid," jelasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi menyebut, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tak pernah menginstruksikan negara-negara yang dilanda Covid-19 untuk menutup perjalanan internasional.
Hal itu Dedy sampaikan merespons sejumlah pihak yang mendesak pemerintah menghentikan sementara akses warga dari luar negeri yang hendak masuk ke RI.
"Menjawab isu tentang perjalanan internasional, perlu Bapak-Ibu ketahui bahwa WHO tidak pernah menginstruksikan penutupan perbatasan," kata Dedy dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (7/7/2021). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "24.594 WNA Masuk di Tengah PPKM Darurat, Anggota DPR: Tak Sensitif terhadap Penderitaan Rakyat"