Breaking News:

Berita Karanganyar

DKK Karanganyar Imbau Warga Tunda Kehamilan Dulu di Tengah Kondisi Pandemi, Kenapa?

DKK Karanganyar mengimbau kepada masyarakat supaya menunda kehamilan terlebih dahulu di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Plt Kepala DKK Karanganyar, Purwati 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengimbau kepada masyarakat supaya menunda kehamilan terlebih dahulu di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Plt Kepala DKK Karanganyar, Purwati menyampaikan, secara kumulatif dari awal pandemi hingga saat ini ada sebanyak 500-an kasus aktif Covid-19 terhadap ibu hamil.

Akan tetapi, hingga saat ini tercatat ada 214 kasus aktif.

Menurutnya, masa kehamilan di tengah situasi pandemi seperti saat ini dinilai rentan terhadap kondisi ibu hamil itu sendiri.

Baik itu dari faktor usia serta penyakit penyerta.

"Kalau bisa pandemi, ditunda (kehamilan) dulu karena risiko sekali," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat di Kendal, Petugas Lakukan Penyekatan di 6 Titik, Cek Lokasinya Biar Tidak Kecele

Baca juga: Tadinya Ditertawakan, Aksi Kakek Tutupi Kepala Pakai Plastik saat Vaksinasi Berakhir Dapat Pujian

Baca juga: Menu Diet Pisang, Caranya Unik, Sudah Terbukti Berat Badan Turun dalam Waktu Singkat

Baca juga: Chord Kunci Gitar Hymn For The Weekend Coldplay ft Beyonce

Tercatat ada sebanyak 5 kasus ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia hingga saat ini.

Dari hasil analisa, Purwati menjelaskan, kematian itu dikarenakan beberapa faktor.

Selain, karena terkonfirmasi positif Covid-19, juga karena penyakit penyerta serta faktor usia.

Di sisi lain, DKK Karanganyar telah mempersiapkan puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar) untuk pelayanan persalinan ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19 tapi tidak bergejala dan tidak beresiko.

Puskesmas yang disiapkan menjadi puskesmas PONED, meliputi Puskesmas Karanganyar, Kebakkramat I, Jumapolo, Colomadu II, Kerjo dan Tawangmangu.

"Kalau tidak ada gejala dan risiko di dalam kehamilan di puskesmas Poned (persalinan). Kalau yang beresiko kami rujuk ke rumah sakit," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved