Olimpiade Tokyo
Jokowi Lepas 28 Atlet ke Olimpiade Tokyo Janjikan Rp 5 Miliar untuk Peraih Medali Emas
Para atlet yang tampil di Olimpiade Tokyo dipastikan akan mendapat penghargaan tinggi.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Para atlet yang tampil di Olimpiade Tokyo dipastikan akan mendapat penghargaan tinggi. Pemerintah bahkan sudah menyiapkan bonus fantastis bagi atlet yang mampu meraih medali emas.
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Chandra Bhakti, mengatakan, peraih medali emas akan mendapat bonus tak akan kurang dari Rp 5 miliar.
Jumlah itu merupakan nominal yang sebelumnya diberikan kepada peraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
”Ukurannya meraih prestasi itu tak mudah. Perunggu atau perak saja sulit, apalagi emas. Jadi bonusnya tak akan lepas dari nilai Rp 5 miliar itu, bahkan biasanya diberikan sebelum keringat atlet kering, tidak menunggu lama-lama,” kata Chandra kepada Tribunnews.com beberapa waktu lalu.
Sementara Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto juga memastikan bonus yang bakal diraih atlet peraih medali di Olimpiade Tokyo 2020 tidak berubah dari bonus di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Ia mengatakan atlet peraih medali emas di Olimpiade Tokyo akan mendapatkan bonus Rp5 miliar. Bonus yang diterima para atlet itu nantinya tidak akan dipotong pajak seperti yang telah diterapkan di 2016.
”Bonus masih sama [dengan Olimpiade 2016]. Tidak ada perubahan kebijakan. Emas Rp 5 miliar, perak Rp2 miliar dan perunggu Rp1 miliar," kata Gatot, Kamis (8/7).
Gatot menyebut tidak ada perubahan nominal bonus bukan lantaran kondisi pandemi Covid-19. Nilai bonus tersebut masih dianggap angka yang relevan diterima para atlet yang mendapatkan medali di Olimpiade.
Gatot mengatakan pertimbangan tidak berubahnya jumlah bonus peraih medali di Olimpiade Tokyo karena pada 2016, Indonesia menjadi negara tertinggi kedua dalam bonus yang diberikan kepada atlet.
Indonesia hanya kalah dari Singapura yang menempati puncak daftar negara pemberi bonus di Olimpiade 2016 lewat Rp 9,75 miliar per medali emas.
”Karena pada saat itu angka Rp 5 miliar itu sudah tertinggi nomor dua setelah Singapura dan jumlah itu diakui negara lain cukup besar. Kami tidak ingin jor-joran, bukan karena faktor pandemi. Angka Rp5 miliar menurut kami masih relevan diterima atlet saat ini," ucap Gatot.
Kemarin kontingen Indonesia yang akan menuju Olimpiade Tokyo itu dilepas secara virtual oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (8/7). Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan rakyat Indonesia menaruh harapan besar kepada 28 atlet yang bakal tampil di Olimpiade Tokyo 2020 mulai 23 Juli sampai 8 Agustus mendatang. (lihat daftar atlet di grafis)
Jokowi mengaku mengetahui persiapan para atlet menghadapi Olimpiade telah dilakukan dengan maksimal. Termasuk telah mendapatkan laporan yang disampaikan Menpora Zainudin Amali bahwa Indonesia berhasil meloloskan 28 atlet ke Olimpiade Tokyo.
”Saya tahu persiapan menghadapi olimpiade telah dilaksanakan secara maksimal dan para atlet saya tahu juga telah bekerja keras meningkatkan prestasinya. Sudah sepenuhnya siap bertanding secara sportif dan berpotensi meraih medali juara dan saya yakin perjuangan saudara-saudara akan membuahkan hasil," ucap Jokowi.
Ia pun berpesan agar para atlet menjaga kesehatan. Sebab Olimpiade Tokyo digelar dalam situasi yang tidak normal akibat pandemi Covid-19.