Breaking News:

Berita Karanganyar

Permintaan Paket Sembako di Dinsos Karanganyar Bagi Warga Isoman Meningkat

Permintaan paket sembako di Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar meningkat sejak satu bulan terakhir seiring meningkatnya jumlah warga yang isoman

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Agus Iswadi
Kabid Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinsos Karanganyar, Gunarto 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Permintaan paket sembako di Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar meningkat sejak satu bulan terakhir seiring meningkatnya jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar per Kamis (8/7/2021), tercatat ada 1.675 kasus aktif positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Dari jumlah tersebut sebanyak 406 orang menjalani rawat inap dan sebanyak 1.269 orang menjalani isolasi
mandiri. 

Kabid Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinsos Karanganyar, Gunarto menyampaikan, Dinsos bekerja sama dengan TKSK di masing-masing daerah supaya paket sembako bagi warga isolasi mandiri dapat terkontrol dan terkendali. 

Pengajuan bantuan sembako dapat dilakukan melalui TKSK dengan melampirkan salinan KK dan hasil swab. Nantinya data pengajuan tersebut akan disampaikan ke dinas dan camat sebagai laporan. 

"Pengajuan dan pengambilan bantuan sembako dibantu oleh TKSK. Hampir setiap hari (stok di gudang) langsung habis. Kita terus koordinasi dengan bagian gudang agar tidak terjadi keterlambatan penyaluran," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (9/7/2021). 

Dia menuturkan, sejumlah 200-300 paket sembako habis dalam sehari seiring meningkatkan jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri. Sebelum ada peningkatan 200 paket sembako dapat mencukupi kebutuhan selama 2-3 hari. Satu paket sembako berisi di antaranya beras, minyak dan teh.

"Paket sembako insyaallah bisa untuk masa 14 hari isoman. Di wilayah kita juga ada satgas jogo tonggo yang luar bisa membantu pemenuhan kebutuhan dasar lainnya," ucapnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati mengatakan, dinas telah meminta petugas di masing-masing puskesmas supaya terus memantau kondisi kesehatan warga yang menjalani isolasi mandiri. 

"Pemantauan dapat dilakukan melalui video call dan WA. Juga ada form pemantauan," imbuhnya. (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved