Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Stok Tabung Oksigen untuk Pasien Covid-19 di Solo Diprediksi Habis Dalam Hitungan Jam Pada Hari Ini

Bahkan pada Jumat (9/7/2021) ini jika suplai dari luar kota belum juga datang oksigen untuk pasien Covid-19 akan habis dalam hitungan jam.

Editor: rival al manaf
TribunJateng.com/M Nafiul Haris
Murtopo saat menyiapkan tabung oksigen untuk dikirim ke rumah sakit dari agen miliknya di Jalan Karang Kepoh I, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (6/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Stok oksigen di beberapa Rumah Sakit (RS) di Solo yang menipis.

Bahkan pada Jumat (9/7/2021) ini jika suplai dari luar kota belum juga datang oksigen untuk pasien Covid-19 akan habis dalam hitungan jam.

Hal tersebut dikatakan CEO PMI Solo Sumartono Hadinoto. 

Sumartono mengatakan, dirinya mendapatkan telepon dari beberapa dokter di Rumah Sakit (RS) di Solo soal stok oksigen yang kian menipis.

Baca juga: Sejak Kapan dan Alasan Nia Ramadhani Nyabu Bareng Suami Ardi Bakrie, Polisi Menyebutnya Klasik

Baca juga: Gara-gara Penalti Kontroversial, Penggemar Buat Petisi agar Laga Inggris Vs Denmark Diulang

Baca juga: Kronologi Varian Delta Mendominasi Penularan, Bermula 11 WN India Kabur ke Indonesia Positif Covid

Baca juga: Muncul Petisi Mendesak Semifinal Euro 2021 Inggris Vs Denmark Diulang karena Penalti Kontroversial

Bahkan, pagi ini kemungkinan habis dalam hitungan jam, Jumat (9/7/2021). 

"Mereka semalam sudah berusaha meminta bantuan ke beberapa pemasok," kata dia, dalam video yang dikirim ke Wartawan, Jumat (9/7/2021).

"Tapi sampai pagi ini belum dikirimkan," papar dia. 

Dia meminta bagi siapapun yang memiliki jaringan untuk bisa membantu agar rumah sakit di Solo bisa tetap beroperasi. 

Sumartono Hadinoto juga mencari solusi terkait kelangkaan ini, dia berusaha untuk menghubungi beberapa perangkat daerah dari Wali Kota hingga Gubernur.

"Tadi saya juga sudah menghubungi mas Wali, dan katanya akan dapat kiriman dari Pak Luhut," terangnya.

Adapun saat ini terkonfirmasi sedang dalam perjalanan bantuan tabung gas dari Gresik dan Kendal untuk upaya stok tabung gas yang kian menipis.

"Tadi terkonfirmasi pada saya tabung gas dalam perjalanan," ujarnya.

"Hanya beberapa ton saja," imbuhnya.

Dirinya berharap bahwa bantuan tabung gas dapat membantu proses penanganan Covid-19. 

"Tadi saya dapat telepon, Rumah Sakit Hermina alami kekurangan tabung oksigen," ungkapnya.

"Tetapi perlahan bisa teratasi karena antar rumah sakit mau bekerjasama untuk menyuplai kekurangan satu sama lainnya," jelasnya.

Di lain sisi Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengakui menipisnya stok tabung oksigen.

Ia mengatakan, kondisi seperti ini harus segera diantisipasi untuk menghindari kelangkaan yang lebih panjang.

Pasalnya, saat ini distribusi tabung oksigen dipasok dari sejumlah pabrik yang ada di Jawa Timur, dan sejumlah daerah lainnya.

"Kita upayakan untuk membangun semacam depo khusus untuk penampungan oksigen di Kota Solo," kata dia, Kamis (8/7/2021).

Depo ini difungsikan agar distribusi tabung oksigen ke rumah sakit ataupun ke toko medis tidak mengalami hambatan.

Dalam situasi saat ini, sambung Ahyani, setiap rumah sakit membutuhkan puluhan tabung per hari untuk merawat pasien covid-19 maupun non covid-19.

"Untuk lokasinya bisa di Solo Technopark, atau di tempat lain yang memadahi dengan skala yang besar," ujarnya.

Kasus covid-19 di Kota Solo hingga saat ini masih tergolong sangat tinggi.

Ahyani berharap, penerapan PPKM Mikro Darurat ini dapat menekan angka penularan covid-19 di Kota Solo.

Saat ini oksigen menjadi hal yang langka di berbagai wilayah seiring dengan penambahan kasus Corona. 

Namun, kabar kelangkaan oksigen ini tidak terjadi di Klaten. 

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmita mengatakan, sampai saat ini ketersediaan oksigen di Kabupaten Klaten masih aman.

"Sudah ada pasokan dari Semarang dan pendistribusian ke sini (Klaten) cukup lancar," kata Ronny, Kamis (8/7/2021).

Ronny mengatakan, ketersediaan oxymeter di Kabupaten Klaten juga masih aman.

Ketersediaan alat Oxymeter sudah ada di masing-masing tempat isolasi mandiri di Kabupaten Klaten.

"Kesediaan tempat tidur maupun ICU kita tambah, ketersediaan Oksigen dan Oximeter kita pantau dan kita awasi, hari ini cukup aman," ucapnya.

Kemudian, saat disinggung terkait tempat isolasi terpusat ia mengaku tim satgas Covid-19 Klaten telah menyiapkan  21 tempat isolasi terpusat.

21 lokasi isoman terpusat tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Klaten.

"Ada 21 lokasi isoman terpusat di Kabupaten Klaten, untuk di wilayah pusat kota ada 3 lokasi, GOR, Panti Semedi dan Edotel," ujarnya.

Sementara itu stok tabung oksigen di Kabupaten Sukoharjo mulai menipis, seiring melonjaknya kasus Covid-19. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo terus berusaha memenuhi kebutugan oksigen di Rumah Sakit yabg ada di Kabupaten Sukoharjo.

Kepala Dinas Kesehatan Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, RSUD Ir Soekarno saja kebutuhan mencapai 2500 liter perhari.

Padahal, di Kabupaten Sukoharjo masih ada ada 10 rumah sakit lainnya.

"Betul, kondisi (stok oksigen di Sukoharjo) hampir sama dengan yang lain, menipis," katanya.

Menipisnya stok oksigen dipicu adanya kebutuhannya yang meningkat belakangan ini. 

Selain itu, distributor yang selama ini memasok kelimpungan karena tingginya permintaan.

"Butuh bantuan (pemerintah) provinsi untuk penyediaannya," imbuhnya. 

Persoalan menipisnya stok oksigen ini sudah mendapat respon, dan menurut  Yunia saat ini sudah disiapkan strategi distribusinya. 

Ia pun berharap secepatnya bisa terkirim ke rumah sakit yang membutuhkan.tanpa hambatan prosedur teknis.

Baca juga: Manfaat Jahe Sudah Tak Diragukan Lagi, Mau Mencoba Menanam Sendiri? Di Rumah Bisa Kok

Baca juga: BREAKING NEWS: Tukang Becak Semarang Tewas di Atas Becaknnya Selepas Menenggak Teh Nasgitel

Baca juga: Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Jumat 9 Juli 2021, Hanya Buka di 1 Lokasi

"Tetapi (selain distribusi oksigen) kadang hal teknis dapat menjadi kendala," imbuh Yunia.

Yunia juga mencontohkan, ketersediaan listrik juga mempengaruhi distribusi oksigen.

Listrik yang padam menyebabkan gangguan teknis pada distribusi.

"Kejadian beberap waktu saat kami mengawal pasokan oksigen, kebutuhan mendesak, ternyata dari depo Boyolali listrik mati. Untuk bisa restart, butuh waktu 12 jam. Jadi distribusinya butuh waktu berapa lama lagi?," ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Stok Oksigen Rumah Sakit di Solo Menipis, Bakal Ada Bantuan dari Kendal dan Gresik, 

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved