Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Euro 2020

Suporter Italia Tebar Psywar Jelang Final Euro 2021 Italia Vs Inggris 'It's Coming Rome!'

Suporter Italia Tebar Psywar Jelang Final Euro 2021 Italia Vs Inggris 'It's Coming Rome!'

(AFP/FRANK AUGSTEIN)
Suporter Italia Tebar Psywar Jelang Final Euro 2021 Italia Vs Inggris 'It's Coming Rome!'-Para pemain Italia merayakan gol Federico Chiesa (14) ke gawang Austria pada laga babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Wembley, Inggris, 26 Juni 2020. 

Suporter Italia Tebar Psywar Jelang Final Euro 2021 Italia Vs Inggris, 'It's Coming Rome!'

Klik di Sini untuk Membaca Berita Lainnya tentang Euro 2021

TRIBUNJATENG.COM - Suporter Italia menebar psywar ke Timnas Inggris jelang laga final Euro 2021, Minggu malan atau Senin (12/7/2021) dini hari mendatang.

Beberapa suporter melalui media sosialnya mengunggah foto dan tulisan 'It's Diving Home' dan 'Football is Diving Home'.

Tulisan itu merupakan bentuk plesetan dari jargon 'It's Coming Home' yang kerap digaungkan suporter Timnas Inggris.

Baca juga: Jadwal Final Euro 2021 Italia Vs Inggris, Duel Ideal di Laga Pamungkas

Baca juga: Legenda Liverpool Prediksi Skuat Tiga Singa Menang Adu Penalti di Final Euro 2020 Italia Vs Inggris

Baca juga: Asisten pelatih PSIS Optimistis Timnas Italia Juara Euro 2020 dengan Satu Syarat Ini

Baca juga: Jack Grealish Bernasib Apes saat Inggris Bertarung Menuju Final Euro 2020, Ini Penjelasan Southgate

Tak hanya itu, suporter juga memplesetkan istilah tersebut menjadi 'It's Coming Rome!'.

Plesetan 'It's Diving Home' dilontarkan netizen menyindir aksi Raheem Sterling yang dianggap melakukan diving di babak semifinal Euro 2021 melawan Denmark.

Sterling dianggap pura-pura jatuh di kotak terlarang sehingga wasit memberikan hadiah penalti kepada Inggris.

Berkat penalti tersebut, Inggris menang 2-1 atas Denmark dan lolos ke final Euro 2021.

Sterling sendiri bersikeras dirinya tak diving.

"Saya masuk ke kotak penalti, dan dia (Maehle) menjulurkan kaki kanannya. Dan itu menyentuh kaki saya."

"Jadi itu adalah penalti yang jelas," kata Sterling di ITV.

Tapi banyak yang menilai apa yang dilakukan Sterling adalah diving.

"Itu jelas diving, diving yang mencolok. Saya pikir itu keputusan yang memalukan," kata mantan gelandang Jerman, Didi Hamann.

Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger juga ikut bersuara.

Menurutnya, seharusnya tak ada penalti, dan dia tak mengerti mengapa dalam situasi seperti itu VAR tak dijadikan referensi.

"Tak ada yang tahu siap yang memberikan penalti itu? Apakah ada cukup kontak? Saya pikir tak ada."

"Menurut saya itu bukan penalti," kata legenda sepak bola Australia, John Aloisi.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Sterling memang sudah lama dikenal sebagai tukang diving.

Dia sangat piawai melakukannya.

Bahkan, winger berusia 26 tahun ini pernah terjatuh di kotak penalti tanpa perlu ada pemain lawan yang menyentuhnya.

Itu terjadi saat Manchester City melibas Shakhtar Donetsk 6-0 penyisihan grup Liga Champions, November 2018 lalu.

Ketika itu, Sterling masuk kotak penalti dibuntuti pemain lawan.

Saat akan menendang bola, ujung kakinya tersangkut tanah. Jatuh. Ajaibnya, wasit langsung menunjuk titik putih.

Terlepas dari reputasi miring, Sterling dengan kecepatan, dan kelincahannya memang sulit dihentikan lawan.

Di laga kemarin, dia sukses melakukan 10 kali take-ons komplet (sukses melewati lawan, Red), tertinggi dari pemain lainnya.

Hamman menilai, Sterling melihat kaki Maehle terjulur, dan karena itulah dia memanfaatkan momen tersebut untuk menjatuhkan diri.

"Sterling sudah memperkirakan pelanggaran itu akan datang. Tapi Maehle menarik diri dari tekel, karena dia melihat dia tidak bisa sampai di sana. Tidak ada kontak apapun," ujar mantan pemain Liverpool ini menjelaskan.

Dia menyayangkan insiden itu mengiringi langkah Inggris ke final.

"Inggris selalu membanggakan dirinya sebagai rumah dari permainan yang adil dan tidak ada diving."

"Kita semua ingat apa yang terjadi dengan [Jurgen] Klinsmann ketika dia datang ke Inggris dan dia diving, dan kemudian mereka berpesta dengan diving," katanya.

"VAR ada untuk memperbaiki keputusan ini dan mengubah kesalahan mencolok oleh wasit."

"Ini adalah kesalahan yang terang-terangan seperti yang Anda lihat, dan ini adalah semifinal Euro."

"Saya merasa kasihan kepada para pemain Denmark," ujar Hamman.

Petisi Mendesak Semifinal Euro 2021 Inggris Vs Denmark Diulang

Sementara itu, muncul petisi di dunia maya menginginkan duel semifinal Euro 2021 Inggris vs Denmark diulang.

Petisi ini muncul menyusul keputusan wasit yang memberikan hukuman penalti kepada Denmark setelah Raheem Sterling jatuh di kotak terlarang.

Beberapa suporter menilai keputusan wasit memberikan hukuman penalti kurang tepat.

Seorang pengemar Denmark yang tidak puas kini telah membuat petisi berjudul "Pertandingan Ulang Inggris vs Denmark" dalam upaya agar pertandingan Inggris vs Denmark diulang.

Namanya penggemar itu adalah Cris Pinto dan dia menulis: "Kami ingin menghilangkan keputusan penalti melawan Denmark. Itu adalah keputusan yang salah, perlu ada kontak untuk penalti dan sama sekali tidak ada kontak. Jika petisi ini ditolak, itu akan menunjukkan kegagalan UEFA dan kegagalan permainan sepak bola yang indah."

Berapa peluang petisi ini berhasil membuat babak semifinal diulang? Tidak ada.

Petisi semacam itu jarang sampai ke UEFA dan FIFA, dan hanya memiliki satu dukungan atas hal semacam ini. Yaitu opini publik.

Dikutip livesoccertv, lebih dari 4.000 orang menandatangani petisi ini, tetapi mereka bukan minoritas yang berpikir bahwa penalti bagi tim Inggris itu tidak pantas.

Link Live Streaming Euro 2021

LINK RCTI 1

LINK RCTI 2

LINK Mola TV

(*)

Klik di Sini untuk Membaca Berita Lainnya tentang Euro 2021

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved