Breaking News:

Berita Karanganyar

Protes Pembatasan Waktu Berjualan di Karanganyar, Pedagang Mabuk Dibawa ke Polsek

Anggota Polsek Colomadu membina seorang pedagang yang protes karena tidak boleh berjualan di atas pukul 17.00 WIB.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Ilustrasi - Anggota Satpol PP Karanganyar mengedukasi pedagang yang berjualan di Jalan Lawu Kecamatan Karanganyar saat hari pertama diberlakukannya PPKM darurat. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Anggota Polsek Colomadu, Karanganyar, membina seorang pedagang yang protes karena tidak boleh berjualan di atas pukul 17.00 WIB.

Pedagang tersebut mendatangi kantor kecamatan dalam keadaan mabuk.

Sesuai Instruksi Bupati Nomor 180/ 21 Tahun 2021, operasional warung makan, kafe, dan restoran dibatasi hingga pukul 17.00 selama diberlakukannya PPKM darurat mulai 3-20 Juli 2021.

Baca juga: Kakak Nia Ramadhani Ajak Anak-anak Ardi Bakrie Nobar dan Liburan di Rumahnya

Selain itu, tempat makan juga tidak diperkenankan melayani makan di tempat dan harus menggunakan sistem take away. 

Kapolsek Colomadu, Iptu Imam membenarkan adanya seorang pedagang yang telah dibina lantaran protes dengan cara mendatangi Kantor Kecamatan Colomadu.

Pedagang yang protes itu diketahui dalam keadaan mabuk atau di bawah pengaruh minuman keras. 

Melihat kejadian itu anggota Polsek Colomadu lantas membawa pedagang itu ke kantor untuk dilakukan pembinaan pada Jumat kemarin. 

"Itu kaitannya dengan sosialisasi kita Forkopimcam, untuk PPKM darurat kan tutup pukul 17.00.

Terus ke kecamatan, agak keras gitu, makanya kita amankan ke polsek.

Kita beri pemahaman dan edukasi," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (10/7/2021). 

Terpisah, kasi Penindakan Satpol PP Karanganyar, Agung P mengatakan, petugas dari kecamatan sebelumnya telah mengingatkan pedagang terkait aturan PPKM darurat yang mengatur operasional warung makan dan tempat makan lainnya hingga pukul 17.00 dan menggunakan sistem take away. 

"Satu pedagang mendatangi kantor kecamatan, kenapa tidak boleh jualan (di atas pukul 17.00).

Pedagang itu mendem (pengaruh miras)," terangnya. 

Sementara itu Kasatpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menerangkan, petugas tetap mengedepankan upaya persuasif dalam melakukan penertiban aturan PPKM darurat dengan cara mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. (Ais)

Baca juga: Akhir Kisah Agustin Ibu Hamil yang Ditolak Melahirkan di Beberapa RS Karena Positif Covid-19

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved