Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Krisis Nakes, Indonesia Butuh 3 Ribu Dokter dan 20 Ribu Perawat

pemerintah butuh tambahan nakes untuk penanganan pasien covid-19 ang jumlahnya melonjak dalam beberapa hari terkahir ini.

Editor: Vito
ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI
Dua orang tenaga kesehatan beristirahat sejenak saat menunggu pasien di ruang isolasi COVID-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jabar, baru-baru ini. 

Ia berujar, para nakes itu seharusnya menjalani isolasi mandiri selama 2 minggu, tetapi sejumlah petugas lain mengatakan kebanyakan di antaranya harus kembali bekerja kembali setelah 5 hari, karena sangat diperlukan di rumah sakit.

Menurut data Asosiasi Rumah Sakit Indonesia, sekitar 95 persen tenaga kesehatan di Indonesia sudah menerima dua dosis vaksin Sinovac.

Namun, menurut catatan Lapor Covid-19, dari Juni lalu, sebanyak 131 tenaga kesehatan, yang kebanyakan menerima vaksin Sinovac, telah meninggal dunia.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat jumlah nakes yang terpapar virus corona dan membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan (faskes) pada periode Juni-Juli 2021 lebih parah dari pada yang terjadi di Desember 2020-Januari 2021.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi menyebut, sejumlah provinsi melaporkan ratusan nakesnya terpapar covid-19 dalam 2 bulan terakhir. Bahkan beberapa kasus di antaranya berujung pada kematian.

"Memang menjadi perhatian kita saat ini adalah kondisi yang terjadi, dan kemudian banyaknya teman-teman nakes yang dirawat ini jauh lebih banyak pada saat ini dibandingkan Desember-Januari. Ini yang kemudian menjadi satu perhatian," katanya, dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lapor Covid 19, Jumat (9/7).

Tak hanya angka sakit para nakes, Adib juga mencatat jumlah kematian dokter akibat terpapar covid-19 pada Juni-Juli mengalami peningkatan signifikan. Ia menyebut, puncak kematian tertinggi terjadi di Januari dengan 65 dokter yang meninggal akibat covid-19.

Kemudian pada Februari mengalami penurunan hingga menjadi 31 kasus, lalu Maret 16 kasus, April delapan kasus, Mei tujuh kasus, dan Juni melonjak menjadi 48 kasus kematian.

Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi pada Juli, sebab baru sepekan di Juli sebanyak 35 dokter meninggal akibat covid-19. "Ini tentunya sangat menjadi perhatian khusus dari kami," tandasnya.

Adib mewanti-wanti kepada para teman sejawat nakes untuk terus melaporkan kondisi kesehatan mereka, sehingga dapat terpantau dengan baik.

Ia juga meminta pemerintah terus menggencarkan strategi tes, telusur, dan tindak lanjut (3T). Sebuah strategi di hulu sehingga faskes sebagai hilir tidak kewalahan.

Sementara, Koalisi Warga Lapor Covid19 mencatat per 9 Juli sebanyak 1.141 nakes dinyatakan meninggal dunia selama 16 bulan pandemi covid-19 menjangkiti Indonesia.

Para nakes tersebut terdiri dari dokter umum dan spesialis, dokter gigi, perawat, bidan, petugas ambulans, apoteker, ahli teknologi laboratorium medik (ATLM), dan nakes lain. (Tribunnews/Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved