Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat, Satu Ruas Jalan di Karanganyar Ditutup 24 Jam

Satu ruas jalan mulai Simpang Empat Papahan hingga Simpang Empat Pegadaian Kecamatan/Kabupaten Karanganyar ditutup selama 24 jam

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Agus Iswadi
Situasi di Simpang Empat Papahan Kabupaten Karanganyar sejak diberlakukannya penutupan ruas jalan selama 24 jam, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Satu ruas jalan mulai Simpang Empat Papahan hingga Simpang Empat Pegadaian Kecamatan/Kabupaten Karanganyar ditutup selama 24 jam mulai hari ini, Senin (12/7/2021).

Sebelumnya ruas jalan tersebut ditutup mulai pukul 17.00 hingga 06.00 selama PPKM darurat.

Akan tetapi setelah dilakukan evaluasi, jajaran Polres Karanganyar memutuskan menutup ruas jalan itu selama 24 jam untuk menekan mobilitas atau pergerakan kendaraan dan orang.

"Dengan berjalannya waktu kita evaluasi terus. Mobilitas, pergerakan kendaraan belum signifikan penurunannya. Kalau malam kelihatan banget penurunannya. Kalau siang hari masih banyak pergerakan," kata Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Sarwoko saat dihubungi Tribunjateng.com.

Kendati satu ruas jalan ditutup selama 24 jam, ada pengecualian bagi kendaraan yang sifatnya urgent seperti ambulance, armada pengangkut oksigen, orang yang bekerja di sekitar Jalan Lawu dan lainnya.

Dia menuturkan, kebijakan ini dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kalau (alasan) bisa dipertanggung jawabkan monggo. Ini kan baru dimulai hari ini. Sementara ini dari Simpang Empat Papahan hingga Simpang Empat Pegadaian. Berjalannya waktu, kita evaluasi perkembangan mobilitasnya. Penutupan 24 jam ini sampai tanggal 20 Juli 2021," jelasnya.

Lebih lanjut, sedangkan penutupan ruas jalan mulai dari Simpang Empat Pegadaian hingga  Simpang lima Bejen dimulai pukul 17.00 hingga 06.00 selama PPKM darurat.

Sementara itu seorang pedagang di Jalan Lawu, Dewi mengatakan, sejak mulai diterapkannya PPKM darurat hingga saat ini berdampak terhadap penjualan di warungnya. Apalagi ditambah dengan adanya penutupan ruas jalan selama 24 jam.

"Di sini kan yang beli itu yang lewat, terus mampir. Kalau ditutup (24 jam) ya, tidak ada yang lewat (melintas)" ungkapnya. 

Dia pun terpaksa mengurangi jumlah produksi selama PPKM darurat ini. Semisal semula menyiapkan 6 Kg beras kini menjadi 3 Kg beras. Menurutnya, penutupan ruas jalan ini belum merata karena hanya diterapkan di Jalan Lawu saja.

"Kalau memang mau penutupan, ya merata," pungkasnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved