Breaking News:

Pendidikan

PGRI Beberkan Tantangan Pendidikan di Masa Pandemi: Akses ke Teknologi

Ketua Umum PB PGRI, Prof Unifah Rosyidi membeberkan tantangan pendidikan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
UPGRIS TV
Webinar di kanal Youtube UPGRIS TV. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pendidikan juga merupakan sektor yang terdampak adanya pandemi Covid-19, selain ekonomi. Lantaran aktivitas dan interaksi dibatasi, pembelajaran tatap muka pun tidak diadakan untuk sementara waktu.

Ketua Umum PB PGRI, Prof Unifah Rosyidi membeberkan tantangan pendidikan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

"Dampak covid pada pendidikan sangat luar biasa. Data dari UNICEF pada 26 Agustus 2020, menjelaskan 463 juta anak tidak bisa mengikuti pendidikan jarak jauh," kata Prof Unifah dalam webinar nasional rangkaian Dies Natalis ke-40 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Rabu (14/7/2021).

Absennya siswa dalam pendidikan jarak jauh lantaran tidak memiliki peralatan atau akses elektronik.

70 persen atau 120 juta anak usia PAUD tidak dapat terjangkau teknologi. 29 persen atau 217 juta anak SD tidak dapat dijangkau.

Lalu, 24 persen atau 78 juta anak SMP tidak dapat diakses. Serta 18 persen atau 78 juta anak SMA tidak memiliki aset teknologi untuk mengakses pembelajaran jarak jauh.

"Sebagian besar tantangan dan keterbatasan pembelajaran online untuk anak-anak, yakni kurangnya sarana dan prasarana untuk pembelajaran jarak jauh," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, yakni lantaran kurangnya program pembelajaran jarak jauh untuk kategori pendidikan.

Sementara, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Dr Yaswardi menyoroti tantangan pendidikan dari sisi terciptanya pelajar Pancasila. Dengan begitu, visi pendidikan mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian bisa terwujud.

"Pelajar Pancasila, pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, mandiri, bernalar kritis, berkebhinekaan global, bergotong royong, dan kreatif," tutur Yaswardi dalam webinar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved