Penanganan Corona
Rumah Sakit Penuh, Anggota DPR hingga Bupati Meninggal Setelah Kesulitan Dapatkan Layanan Kesehatan
Sejumlah pejabat dan pegawai pemerintah di Jabodetabek pun kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan optimal hingga akhirnya meninggal dunia.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 melonjak.
Rumah sakit tak sanggup lagi menampung pasien.
Banyak pasien yang akhirnya tak bisa mendapatkan layanan kesehatan.
Baca juga: Mahasiswi Hamil 7 Bulan Ditemukan Membusuk di Kamar Kos, Petugas Temukan KTP Seorang Pria
Kondisi tersebut tak hanya terjadi di daerah dengan fasilitas kesehatan terbatas, tapi juga di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sejumlah pejabat dan pegawai pemerintah di Jabodetabek pun kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan optimal hingga akhirnya meninggal dunia.
Berikut daftarnya yang telah dirangkum kompas.com:
Bupati Bekasi
Bupati Bekasi, Jawa Barat, yaitu Eka Supria Atmaja, meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid -19.
Eka sempat menjalani perawatan selama 10 hari di dua rumah sakit, yakni di RS Permata Bekasi dan Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.
Perawatan dilakukan di Tangerang setelah Eka tak mendapat ruang ICU di wilayahnya sendiri yang penuh dengan pasien Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainarti mengungkapkan bahwa Bupati Eka memiliki komorbid hipertensi.
"Kondisi jantung dan tekanan darah normal, namun karena beliau ada komorbid, jadi harus dilakukan perawatan di ruangan ICU," kata dia.
Setelah dipindah ke Rumah Sakit Siloam, kondisi Eka sempat membaik, tetapi takdir berkata lain.
Ia meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021).
Anggota DPR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-yang-merebak-di-indonesia.jpg)