Breaking News:

Teknologi

Twitter Terima Banyak Permintaan Hapus Twit Jurnalis & Media, Termasuk yang Sudah Verifikasi

Twitter menambahkan teknologinya secara aktif mengidentifikasi lebih dari 65 persen konten yang melanggar pedomannya untuk kemudian ditinjau secara ma

Editor: m nur huda
ISTIMEWA
ILUSTRASI Twitter. 

TRIBUNJATENG.COM - Sepanjang tahun 2020 Twitter kebanjiran permintaan untuk menghapus konten yang diunggah jurnalis dan media massa atau penerbit berita.

Pengajuan ke Twitter tersebut disampaikan oleh pemerintah dari berbagai penjuru dunia.

Dilansir dari Kompas.com, menurut laporan transparansi yang dirilis Twitter Rabu (14/7/2021), ada 199 akun jurnalis dan media terverifikasi yang menghadapi 361 permintaan hukum dari pemerintah yang ingin agar konten mereka dihapus.

Jumlah itu tercatat pada paruh kedua tahun 2020, di mana angkanya naik 26 persen dari paruh pertama tahun 2020.

Pada akhirnya, Twitter menghapus lima twit yang diunggah jurnalis dan penerbit berita dari platformnya.

Baca juga: Warganet Banyumas Raya Embargo Berita Covid, Ketua AJI: Melanggar Hak Publik untuk Akses Informasi

India disebut paling banyak meminta penghapusan kontan, diikuti Turki, Pakistan, lalu Rusia.

India menggeser Amerika Serikat yang sebelumnya menjadi negara paling banyak meminta penghapusan konten yang diunggah jurnalis dan penerbit berita.

Tidak hanya penghapusan, Twitter juga mengatakan ada beberapa lembaga negara yang meminta informasi terkait pengguna.

Twitter mengatakan secara global, mereka menerima 14.500 lebih permintaan informasi terhitung sejak 1 Juli-31 Desember 2020, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Reuters, Kamis (15/7/2021).

Permintaan itu termasuk juga identitas orang yang mengunggah twit dengan nama samaran.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved