Breaking News:

Berita Bandung

Krisis Kantong Jenazah Jenazah Covid Terpaksa Dibungkus dengan Plastik Bening Biasa

Membeludaknya pasien covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Bandung Barat menyebabkan terjadinya krisis pembungkus mayat.

Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad
Suasana pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Cleret, Kota Tegal, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG BARAT -- Membeludaknya pasien covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Bandung Barat menyebabkan terjadinya krisis pembungkus mayat.

Tim Disinfektan dan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pun terpaksa harus membungkus jenazah pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri menggunakan plastik bening.

Hal itu karena selama ini mereka sudah kesulitan mencari kantong jenazah yang biasa digunakan petugas saat melakukan pemulasaraan sebelum memakamkan jenazah Covid-19 tersebut.

Relawan Tim Disinfektan dan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Lembang, July Heryanto, mengatakan, selain dihadapkan pada kelangkaan obat-obat terapi Covid-19 ditambah oksigen yang kian sulit didapat, stok kantong jenazah pasien Covid-19 di Lembang juga sudah habis.

Baca juga: Jadwal TV Televisi Hari Ini Jumat 16 Juli 2021 di Trans TV RCTI Trans7 GTV SCTV dan Lainnya

Baca juga: Sosok Egianus Kogoya Pemimpin KKB Papua, Usianya Masih 22 Tahun Ternyata Putra Tokoh OPM

Baca juga: Puisi Aubade Agus Noor

"Terakhir enam hari ke belakang kantong jenazah dipakai warga di sini. Kami mencari ke puskesmas juga tidak ada, dengan bahasa kosong," ujar July kepada wartawan di Lembang, KBB, Rabu (13/7/2021).

Nyaris setiap hari, kata dia, tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Lembang menerima laporan serta mengurus pemakaman jenazah yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Ia mengatakan, tingkat kematian pasien Covid-19 di wilayah Lembang yang tengah menjalani isolasi mandiri sangat tinggi, bahkan dalam sehari, ada sekitar 2-3 orang meninggal.

"Tinggi sekali, beberapa jenazah terpaksa dibungkus trash bag," katanya.

Selain krisis kantong jenazah, pihaknya juga membutuhkan perlengkapan lainnya untuk memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia baik yang tengah melakukan isolasi mandiri ataupun dalam perawatan pihak rumah sakit.

Perlengkapan tersebut, kata dia, di antaranya alat pelindung diri (APD), sarung tangan karet dan masker agar selama bertugas merasa tenang aman dan nyaman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved