Breaking News:

OPINI

OPINI Sigid Mulyadi : Meningkatkan Dukungan KUR Pada Sektor Pertanian

PENYALURAN KUR di Jawa Tengah dari tahun ke tahun secara nominal selalu menunjukkan angka kenaikan.

Editor: Catur waskito Edy
KOMPAS.COM
Ilustrasi uang ratusan juta rupiah raib milik korban asuransi 

Oleh Sigid Mulyadi, SE, MM
Kepala Seksi pada Kanwil DJPB Provinsi Jawa Tengah

PENYALURAN KUR di Jawa Tengah dari tahun ke tahun secara nominal selalu menunjukkan angka kenaikan. Justru pada saat pandemi tahun 2020, penyaluran KUR di Jateng meningkat signifikan. Bahkan sampai dengan semester I 2021, ekspansi KUR Jateng tumbuh 69,2% dari periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan KUR di masa pandemi, tak lepas dari kebijakan pemerintah yang menetapkan suku bunga 6% mulai tahun 2020, turun dari sebelumnya 7%. Kebijakan relaksasi dan keringanan persyaratan KUR di masa pandemic juga memberikan dampak bagi peningkatan KUR.

Pada tahun 2020, penyaluran KUR di Jateng tumbuh 43,5% dari tahun sebelumnya atau mencapai Rp35,1 triliun dengan jumlah debitur 1.313. Diperkirakan penyaluran KUR tahun 2021 akan semakin meningkat. Dari sisi jumlah debitur angkanya juga terus meningkat. Artinya : semakin banyak warga masyarakat pelaku usaha yang ikut menikmati program kredit bersubsidi ini.

Sebagai bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional, penyaluran KUR ikut andil dalam menahan kontraksi ekonomi yang makin dalam. Pada sektor tertentu, nampaknya KUR turut menggerakkan pertumbuhan sektor tersebut. Seperti sektor pertanian pada tahun 2020 yang mampu menunjukan pertumbuhan yang positif.

Dalam struktur penyaluran KUR per sektor, pertanian merupakan salah satu sektor yang mendominasi penyaluran KUR di Jawa Tengah. Porsi sektor ini berada di urutan kedua setelah sektor perdagangan besar dan eceran. Posisi ini ajeg dari tahun ke tahun, dengan porsi yang fluktuatif.

Tahun 2017 porsi sektor pertanian sebesar 22,1%, tahun 2018 sebesar 20,33% dan tahun 2019 senilai 21,56%. Pada saat pandemic tahun 2020, komposisi KUR sektor pertanian dibanding nilai KUR keseluruhan justru naik menjadi 25,09%. Dilihat dari pertumbuhannya, penyaluran KUR pada sektor pertanian di Jawa Tengah tahun 2020, juga mengalami kenaikan 66,9% dari tahun 2019.
Share 14,30%

Oleh karena itu, kita bisa menduga, diantaranya berkat dukungan KUR pada sektor pertanian, angka pertumbuhan PDRB pada lapangan usaha pertanian berhasil menahan laju penurunan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Menilik struktur PDRB Jawa Tengah tahun 2020, lapangan usaha pertanian memiliki share sebesar 14,30%, berada di urutan kedua setelah lapangan usaha industri pengolahan (34,52%). Setelah pertanian, urutan berikutnya adalah perdagangan, lalu konstruksi. Kecuali pada sektor pertanian, pertumbuhan PDRB pada ketiga sektor itu mengalami kontraksi: industri (-3,74), perdagangan (-3,80) dan konstruksi (-3,76). Adapun lapangan usaha pertanian tumbuh 2,48%.

Mari kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan tabel laju pertumbuhan PDRB lapangan usaha Jawa Tengah yang bisa diunduh dari website BPS Jateng, memperlihatkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor penyelamat bagi perekonomian di Jateng. Setidaknya dalam 5 tahun terakhir sejak 2016, pertanian pada masa pandemic 2020, unggul dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Dari tahun 2016 sampai dengan 2020, pertumbuhan sektor pertanian berturut-turut: 2,20; 1,82; 2,62; 1,35 dan 2,48.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved