Breaking News:

Berita Salatiga

Pedagang Kerupuk Salatiga Senang Dapat Bantuan Sembako

Kalimah (34) warga Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, Jumat (16/7/2021).

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat simbolis menyerahkan bantuan PPKM Darurat berupa sembako di Mapolres Salatiga, Jumat (16/7/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA-Kalimah (34) warga Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, Jumat (16/7/2021).

Dia merupakan satu dari puluhan pekerja informal yang mendapat bantuan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berupa sembako dari Polres Salatiga.

Kalimah sehari-hari bekerja dengan berjualan kerupuk tidak jauh dari Mapolres Salatiga. Sejak penerapan PPKM diakui jualannya sepi, pada hari biasa perhari dirinya dapat mengantongi uang Rp 150-200 ribu.

"Tapi ini sejak PPKM sepi. Saya jualan kerupuk Rp 10 ribu dapat tiga bungkus. Saya cuma ambil untung seribu dari produsen dihargai dua ribu. Adanya bantuan sembako ini sangat senang karena membantu, apalagi saya ini pulang pergi Salatiga-Magelang," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai penyerahan Bantuan PPKM Darurat Polri di Polres Salatiga, Jumat (16/7/2021)

Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengatakan selama PPKM Darurat kepolisian menyiapkan bantuan sembako untuk warga terdampak dengan sasaran pekerja informal.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan itu akan dilakukan setiap hari melalui Bhabinkamtibmas yang ada di setiap kelurahan di Kota Salatiga.

"Adapun bantuan sembako berupa beras masing-masing 5 kilogram. Kami berikan ke penyapu jalan, pedagang kaki lima, tukang parkir, dan sebagainya," katanya

AKBP Rahmad mengungkapkan, selama PPKM Darurat mobilitas masyarakat mengalami penurunan yang cukup signifikan, bahkan Salatiga tercatat terbaik di wilayah Jawa-Bali.
Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf Loka Jaya Sembada menyampaikan TNI menyiapkan bantuan berupa paket obat-obatan untuk masyarakat yang terdiri dari Orang Tanpa Gejala (OTG), bergejala ringan, dan bergejala berat.

"Bantuan obat tersebut akan didistribusikan lewat Babinsa dan Bhabinkamtibmas sesuai data yang ada. Untuk obat masih perjalanan total kuota Kota Salatiga mendapat jatah 300 paket," ujarnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved