Breaking News:

PSIS Semarang

Sudah 80 Persen, Program Persiapan PSIS Hadapi Liga 1 Kemungkinan akan Diulang Lagi dari Awal

General Manager PSIS Semarang Wahyu "Liluk" Winarto rupanya menyayangkan persiapan tim yang terhenti.

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: moh anhar
Istimewa
Uji coba tertutup PSIS Semarang kontra PS USM di Stadion Citarum Semarang, Kamis (17/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - General Manager PSIS Semarang Wahyu "Liluk" Winarto rupanya menyayangkan persiapan tim yang terhenti beberapa waktu jelang mengarungi kompetisi Liga 1.

Dengan rencana kick off Liga 1 akhir Agustus mendatang, PSIS sebetulnya sudah melakoni persiapan cukup lama.

Bahkan skuad asuhan Dragan Djukanovic tersebut sudah melewati sejumlah uji coba. Antara lain, tim sepakbola PON Jateng, PS USM, Persekat Tegal, dan PSIM Yogyakarta.

Menurut Liluk, PSIS sebetulnya sudah menjalani persiapan sekitar 80 persen, namun kemungkinan persiapan akan kembali dilakukan dari awal lagi. 

Saat ini, Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan diliburkan sementara.

Manajemen Mahesa Jenar memilih meliburkan tim karena menghormati kebijakan pemerintah yang saat ini menerapkan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca juga: Pelajar SD Curhat Ayahnya Tak Bisa Bekerja karena PPKM, Ganjar Pranowo Langsung Kirim Bantuan

Baca juga: Paula Verhoeven Peringatkan Baim Wong Soal Nama Anak Kedua

Baca juga: Beredar Pesan Berantai Ajakan Aksi Tolak PPKM Darurat di Pekalongan, Polisi: Itu Hoaks

Baca juga: Penutupan Fly Over Palur Karanganyar, Joko Atur Lalin Perlintasan Kereta Api Dagen sampai Malam

''Persiapan PSIS sudah mencapai 80-85 persen untuk Liga 1. Adanya PPKM darurat ini, memang sangat berdampak pada tim terutama kondisi pemain. Ibaratnya, tungku sudah mulai panas harus dimatikan harus mulai dari nol lagi," kata Liluk.

"Beda jika selama PPKM ini boleh latihan, itu sangat baik. Persiapan lebih panjang,'' tambahnya.

Meski demikian Liluk menyebut, pihaknya tetap menghormati kebijakan pemerintah saat ini untuk mengurangi lonjakan kasus Covid-19.

''Tapi kami sangat memaklumi dan menghormati PPKM ini. Apapun, kesehatan dan keselamatan pemain dan ofisial adalah hal utama dari apapun,'' pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved