Berita Video
Video PPKM Darurat Tegal, 36 Jalan Dipasangi Beton Mobilitas Masih Tinggi
Mobilitas masyarakat Kota Tegal masih terkategori zona hitam pada hari ke-13 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Berikut ini video PPKM Darurat Tegal, 36 jalan dipasangi beton mobilitas masih tinggi.
Mobilitas masyarakat Kota Tegal masih terkategori zona hitam pada hari ke-13 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.
Masih banyak masyarakat yang berkeliaran dan berlalu-lalang.
Padahal akses jalan yang ditutup menggunakan water barrier dan pembatas beton sudah mencapai 36 titik.
Bukannya menurun, justru mobilitas masyarakat meningkat 0,2 persen.
Dalam pantauan tribunjateng.com di lapangan, tingginya mobilitas masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh warga berdomisili Kota Tegal.
Namun banyak juga warga dari Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.
Hal itu dapat dilihat dari padatnya kendaraan pada jam pulang kerja di Pertigaan RS Mitra Siaga Tegal.
Mereka rata-rata masyarakat yang kerja di Kota Tegal, namun tempat tinggalnya berada di Desa Mejasem, Kabupaten Tegal.
Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo mengatakan, pihaknya setiap hari melakukan evaluasi di titik-titik penyekatan di Kota Tegal.
Ada 36 ruas jalan yang ditutup dan dijaga oleh petugas.
Namun menurutnya, masih banyak masyarakat yang tidak taat dengan aturan PPKM Darurat Jawa- Bali.
"Untuk pantauan mobilitas masyarakat Kota Tegal, masih terkoreksi zona hitam. Artinya kita harus kerja keras lagi untuk membuat masyarakat paham," kata AKBP Rita kepada tribunjateng.com.
AKBP Rita mengatakan, masyarakat harus mengerti bahwa PPKM Darurat dilakukan karena meningkatnya angka Covid-19.
Kemudian angka kematian akibat Covid-19 pun luar biasa.