Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Harga Peti Mati di Kota Semarang Melonjak, Perajin Kebanjiran Order

Di tengah tingginya kasus Covid-19, permintaan peti mati di Kota Semarang mengalami peningkatan drastis.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
Penjual perlengkapan jenazah di jalan Kiai Saleh Semarang terlihat sedang mengangkat peti mati.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah tingginya kasus Covid-19, permintaan peti mati di Kota Semarang mengalami peningkatan drastis.

Hal itu diakui sejumlah penjual perlengkapan jenazah, yang menyebut penjualannya meningkat akhir-akhir ini.

Nur (36) satu penjual perlengkapan jenazah di jalan Kiai Saleh Semarang menuturkan, penjualan peti jenazah di tokonya mengalami lonjakan drastis satu bulan terakhir.

Dikatakan, peningkatan tersebut juga terjadi pada perlengkapan jenazah lainnya seperti batu nisan dan papan.

Menurutnya, sebelum pandemi disusul tingginya kasus Covid-19, ia hanya mampu menjual kurang lebih 10 unit peti maupun pasang batu nisan dan papan ikat.

Saat ini, kata dia, ia mampu menjual hingga 50 unit dalam waktu sehari.

"Sudah satu bulan ini penjualan peti meningkat sekali. Biasanya paling banyak 10 unit, sekarang sampai 50 unit. Kemarin tertinggi sampai 55 unit.

Selain peti, batu nisan dan papan juga sama-sama meningkat hingga 500 persen. Setiap hari begitu terus," kata Nur saat ditemui tribunjateng.com, kemarin.

Nur mengatakan, tingginya permintaan peti mati tersebut membuatnya kewalahan menerima pesanan.

Pasalnya, stok perlengkapan jenazah yang ia datangkan dari luar kota itu juga mengalami penipisan sehingga ia pun beberapa kali terpaksa menolak pesanan konsumen.

"Untuk petinya didatangkan dari beberapa daerah seperti Jepara, Solo, Boyolali, Batang, dan Pekalongan.

Kemarin sempat kesulitan mendapat barang sehingga kami juga menolak pesanan. Namun untuk dua hari terakhir ini Alhamdulillah mulai mereda," terangnya.

Tingginya pemintaan peti mati dan beberapa perlengkapan jenazah tersebut membuat harga dari pengrajin turut mengalami kenaikan.

Namun Nur menyebutkan, pihaknya tidak turut menaikkan harga sebab kenaikan dirasa masih normal.

Ia menyebutkan, untuk harga peti mati dibanderol mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 7 jutaan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved