Breaking News:

Berita Semarang

Harga Peti Mati di Kota Semarang Melonjak, Perajin Kebanjiran Order

Di tengah tingginya kasus Covid-19, permintaan peti mati di Kota Semarang mengalami peningkatan drastis.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
Penjual perlengkapan jenazah di jalan Kiai Saleh Semarang terlihat sedang mengangkat peti mati.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah tingginya kasus Covid-19, permintaan peti mati di Kota Semarang mengalami peningkatan drastis.

Hal itu diakui sejumlah penjual perlengkapan jenazah, yang menyebut penjualannya meningkat akhir-akhir ini.

Nur (36) satu penjual perlengkapan jenazah di jalan Kiai Saleh Semarang menuturkan, penjualan peti jenazah di tokonya mengalami lonjakan drastis satu bulan terakhir.

Dikatakan, peningkatan tersebut juga terjadi pada perlengkapan jenazah lainnya seperti batu nisan dan papan.

Menurutnya, sebelum pandemi disusul tingginya kasus Covid-19, ia hanya mampu menjual kurang lebih 10 unit peti maupun pasang batu nisan dan papan ikat.

Saat ini, kata dia, ia mampu menjual hingga 50 unit dalam waktu sehari.

"Sudah satu bulan ini penjualan peti meningkat sekali. Biasanya paling banyak 10 unit, sekarang sampai 50 unit. Kemarin tertinggi sampai 55 unit.

Selain peti, batu nisan dan papan juga sama-sama meningkat hingga 500 persen. Setiap hari begitu terus," kata Nur saat ditemui tribunjateng.com, kemarin.

Nur mengatakan, tingginya permintaan peti mati tersebut membuatnya kewalahan menerima pesanan.

Pasalnya, stok perlengkapan jenazah yang ia datangkan dari luar kota itu juga mengalami penipisan sehingga ia pun beberapa kali terpaksa menolak pesanan konsumen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved