Breaking News:

Tuti Nusandari Roosdiono

Marsini, Penjual Sayur Keliling, Lega Akhirnya Bisa Ikut Program Vaksin Covid-19

Marsini yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur keliling seringkali merasa was-was. Kini ia bisa iku program vaksin.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Sejumlah penerima vaksinasi mengisi daftar hadir sebelum dilakukan penyuntikan, Minggu (18/7/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Marsini (41) warga RT 4/RW 2 Beji Wetan, Desa Beji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang merasa lega karena akhirnya mendapat jatah vaksinasi virus Corona (Covid-19). 

Marsini yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur keliling seringkali merasa was-was.

Meskipun dia tidak pernah lepas memakai masker dan mencuci tangan tetapi karena pekerjaan mengharuskan berinteraksi dengan banyak pembeli dirinya khawatir terpapar Covid-19. 

Baca juga: Video 1.200 Paket Sembako Bantuan dari Kapolri Dibagikan pada Masyarakat Pati

Baca juga: Cegah Covid-19, MUI Kota Semarang Imbau Salat Iduladha di Rumah Bersama Keluarga Inti

Baca juga: Sempat Bermalam di Ruang Tahanan, Kades Jenar Sragen Akhirnya Kembali Minta Maaf

"Akhirnya  bisa vaksin, kemarin sempat khawatir was-was. Kan saya ini setiap hari jualan sayur keliling dari pasar kemudian ke rumah-rumah pelanggan. Takut kena Covid kan belum divaksin menunggu giliran tapi masih lama," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai menerima vaksinasi di Puskesmas Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (18/7/2021) 

Ibu empat anak itu menjadi satu dari ratusan peserta vaksinasi massal gratis oleh Anggota DPR RI Tuti Nusandari Roosdiono.

Dia memperoleh jatah vaksin karena sudah terdaftar melalui Puskesmas, tetapi pelaksanaan diikutkan program yang ada. 

Ia menambahkan, sebelum divaksin selain khawatir tertular dirinya, juga cemas jika ke depan aturan pemerintah mewajibkan dalam mengurus beberapa hal harus menunjukkan kartu telah divaksin Covid-19. 

"Lha wong saya ini juga khawatir nanti kalau mengurus surat-surat atau keperluan wajib menunjukkan kartu vaksin. Padahal bukanya saya tidak mau divaksin, tapi kemarin masih nunggu giliran, alhamdulillah hari ini dapat dari program Bu Tuti," katanya

Marsini bercerita, pasca mendapat suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 untuk penyuntikan tahap selanjutnya diarahkan langsung melalui Puskesmas masing-masing. 

Dirinya mengaku sangat senang telah dimasukkan data penerima vaksin.

Dia berharap kegiatan vaksinasi dapat lebih diperbanyak dan menjangkau masyarakat luas. 

Baca juga: Karena PPKM, Masjid Agung Kabupaten Tegal Meniadakan Salat Idul Adha 1442 H

Baca juga: Yulaikah Mempertanyakan Keberadaan PPPK untuk Entaskan Guru Honorer, Kenapa Dipersulit Mendaftar?

Baca juga: Chord Kunci Gitar Shouldnt Matter but It Does John Mayer

"Kalau bisa ya dekat dengan lokasi tempat tinggal. Kalau menurut saya bukannya masyarakat itu tidak mau, tapi ada juga karena jauh sudah capek kerja akhirnya malas, misalnya diminta ke Ungaran ya jauh," ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved