Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Pernah Jadi Primadona, Janda Bolong Kini Dijual Murah, Idola Beralih Ke Aglonema

Tanaman hias janda bolong yang memiliki nama latin Monstera Adansonii, pernah sangat populer saat pandemi Covid-19 di Indonesia.  Saking populernya,

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Fajar Bahrudin
Penjual tanaman hias di Kota Tegal, menunjukkan tanaman janda bolong yang sudah tidak populer lagi di masa pandemi Covid-19, Sabtu (17/7/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Tanaman hias janda bolong yang memiliki nama latin Monstera Adansonii, pernah sangat populer saat pandemi Covid-19 di Indonesia. 

Saking populernya, tanaman dengan daun berlubang-lubang itu sampai sulit dicari. 

Momen itu terjadi pada September- Oktober 2020, saat pandemi Covid-19 gelombang pertama. 

Harganya pun di pasaran ikut melejit sampai ratusan ribu rupiah.

Baca juga: Soimah Kaget saat Diberi Tahu Harga Selembar Daun Janda Bolong

Tapi bagaimana kabar janda bolong saat ini? 

Seorang pedagang tanaman hias di Tegal, Widodo (41) mengatakan, peminat janda bolong tidak seperti di awal masa pandemi Covid-19. 

Kepopuleran janda bolong terakhir pada dua bulan lalu. 

Nur Sidik, pemilik Kios Bunga Dua Putri di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal, menunjukkan tanaman hias janda bolong dijual seharga Rp 40 ribu per polybag.
Nur Sidik, pemilik Kios Bunga Dua Putri di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal, menunjukkan tanaman hias janda bolong dijual seharga Rp 40 ribu per polybag. (TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad)

Saat ini penjualan dan harganya kembali normal. 

Widodo mengatakan, dulu janda bolong yang memiliki dua daun terjual Rp 50 ribu. 

Lalu yang sudah diberi tempat rambatan harganya mencapai Rp 100 ribu. 

Saat ini harganya hanya sekira Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.

"Untuk dua bulan yang lalu memang ramai, sekarang sudah normal. Bahkan dulu barangnya gak ada, sekarang banya sekali," kata Widodo, pimilik kios tanaman di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal, kepada tribunjateng.com, Sabtu (17/7/2021). 

Meski begitu, Widodo mengatakan, animo masyarakat untuk membeli tanaman hias masih tinggi. 

Masih banyak masyarakat yang membeli tanaman hias untuk rutinitas baru maupun hobi. 

Hal itu dapat dilihat dari omzet penjualan tiap hari minggu. 

Penjual tanaman hias di Kota Tegal, menunjukkan tanaman janda bolong yang sudah tidak populer lagi di masa pandemi Covid-19, Sabtu (17/7/2021). 
Penjual tanaman hias di Kota Tegal, menunjukkan tanaman janda bolong yang sudah tidak populer lagi di masa pandemi Covid-19, Sabtu (17/7/2021).  (Tribun Jateng/Fajar Bahrudin)
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved