Breaking News:

Berita Viral

Prediksi Kepala BIN soal Pandemi Covid-19, Kapan Berakhir? Simak Anilisisnya

Dengan peningkatan jumlah penduduk, kota semakin diperluas ke kawasan alam liar, sehingga menggangu pola kehidupan dan membuat binatang tertekan

Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
TUTUP AKSES MASUK - Satgas Covid-19 Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang memasang spanduk larangan masuk lingkungan RT, Rabu (30/6). Di Kabupaten Semarang, 9 RT menerapkan mikro lockdown lantaran tingginya kasus Covid-19 di wilayah itu. 

"Tentunya kami sangat mengharapkan seluruh masyarakat harus disiplin menerapkan prokes," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar masyarakat untuk menggunakan masker double karena ada varian baru yang lebih ganas dan cepat penularannya, sehingga upaya ini menjadi kunci untuk pencegahan.

Ancaman penyakit berikutnya

Masyarakat dunia saat ini sudah tak sabar ingin pandemi virus corona berakhir.

Namun, para pakar kesehatan mengatakan, akan lebih banyak lagi pandemi terjadi di masa depan.

Dalam 20 tahun terakhir saja, kita sudah mengalami lima pandemi besar yaitu SARS, MERS. Ebola, flu burung, dan flu babi.

Meski penyakit-penyakit tersebut sudah memberikan kita ilmu, tapi tetap saja dunia tidak bersiap diri saat pandemi Covid-19.

Penyebarannya yang cepat menunjukkan betapa bahayanya dunia yang semakin global ini saat terjadi pandemi.

Kenapa penyakit lebih mudah menular?

Menurut Victoria Brookes, dosen senior masalah kesehatan penduduk di Charles Sturt University, di masa lalu satu penyakit muncul di salah satu bagian dunia, namun kemudian selesai sebelum menyebar ke negara lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved