Breaking News:

Vaksinasi Corona

Gubernur Ganjar Pranowo Ungkap Kendala Percepatan Vaksinasi di Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan upaya percepatan vaksinasi di Jawa Tengah terkendala minimnya alokasi vaksin dari pemerintah pusat.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rival al manaf
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo setelah suntik vaksin covid-19 Sinovac, Kamis (14/1/2021). (Humas Pemprov Jateng). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan upaya percepatan vaksinasi di Jawa Tengah terkendala minimnya alokasi vaksin dari pemerintah pusat.

Menurut Ganjar, dari target 28 juta masyarakat yang divaksin, alokasi yang sudah diterima Jawa Tengah baru mencapai seperlimanya.

Jika stok vaksin ada, pihaknya siap melakukan percepatan.

"Vaksinasi kami siap melakukan percepatan, bahkan kami sudah desain percepatan sampai 300 persen."

Baca juga: Manfaat Rebusan Jahe Kunyit dan Serai, Bikinnya Mudah, Khasiatnya Langsung Terasa

Baca juga: Ratusan Orang di Kudus Gelar Shalat Idul Adha di Lapangan, Meski Kasus Covid-19 Sempat Tinggi

Baca juga: Kawanan Pencuri Bersenjata Tajam Kabur Setelah Dapat Perlawanan dari Kakek 83 Tahun

Baca juga: Amankan Pasokan Biomassa, Sinergi 3 BUMN mewujudkan Indonesia yang Lebih Ramah Lingkungan  

"Tapi rupa-rupanya kalau kita hitung, kita baru dapatkan alokasi seperlima vaksin dari target," katanya, dalam keterangan persnya, Selasa (20/7/2021).

Untuk itu, pihaknya sudah menelpon Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) agar dilakukan penambahan alokasi.

Setidaknya lanjut dia, alokasi yang dibutuhkan Jateng adalah dua juta dosis dalam seminggu.

"Kalau kita mendapaatkan alokasi seminggu dua juta, maka kita akan mencapai target lebih cepat untuk vaksinasi. Dan ini tentu akan mempercepat pencapaian herd immunity sampai akhir tahun sebesar 70 persen," ujarnya.

Semangat vaksinasi di Jateng, katanya, sangat tinggi. Bahkan setiap rapat dengan bupati/ walikota, semuanya meminta tambahan vaksin karena selalu kehabisan.

"Banyak yang kehabisan, sehingga capaian vaksinasi kurang. Kecuali tiga kota yang sudah mencapai target lebih, yakni Solo, Salatiga dan Magelang," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved