Vaksinasi Corona
Gubernur Ganjar Pranowo Ungkap Kendala Percepatan Vaksinasi di Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan upaya percepatan vaksinasi di Jawa Tengah terkendala minimnya alokasi vaksin dari pemerintah pusat.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan upaya percepatan vaksinasi di Jawa Tengah terkendala minimnya alokasi vaksin dari pemerintah pusat.
Menurut Ganjar, dari target 28 juta masyarakat yang divaksin, alokasi yang sudah diterima Jawa Tengah baru mencapai seperlimanya.
Jika stok vaksin ada, pihaknya siap melakukan percepatan.
"Vaksinasi kami siap melakukan percepatan, bahkan kami sudah desain percepatan sampai 300 persen."
Baca juga: Manfaat Rebusan Jahe Kunyit dan Serai, Bikinnya Mudah, Khasiatnya Langsung Terasa
Baca juga: Ratusan Orang di Kudus Gelar Shalat Idul Adha di Lapangan, Meski Kasus Covid-19 Sempat Tinggi
Baca juga: Kawanan Pencuri Bersenjata Tajam Kabur Setelah Dapat Perlawanan dari Kakek 83 Tahun
Baca juga: Amankan Pasokan Biomassa, Sinergi 3 BUMN mewujudkan Indonesia yang Lebih Ramah Lingkungan
"Tapi rupa-rupanya kalau kita hitung, kita baru dapatkan alokasi seperlima vaksin dari target," katanya, dalam keterangan persnya, Selasa (20/7/2021).
Untuk itu, pihaknya sudah menelpon Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) agar dilakukan penambahan alokasi.
Setidaknya lanjut dia, alokasi yang dibutuhkan Jateng adalah dua juta dosis dalam seminggu.
"Kalau kita mendapaatkan alokasi seminggu dua juta, maka kita akan mencapai target lebih cepat untuk vaksinasi. Dan ini tentu akan mempercepat pencapaian herd immunity sampai akhir tahun sebesar 70 persen," ujarnya.
Semangat vaksinasi di Jateng, katanya, sangat tinggi. Bahkan setiap rapat dengan bupati/ walikota, semuanya meminta tambahan vaksin karena selalu kehabisan.
"Banyak yang kehabisan, sehingga capaian vaksinasi kurang. Kecuali tiga kota yang sudah mencapai target lebih, yakni Solo, Salatiga dan Magelang," ucapnya.
Daerah lain, lanjut Ganjar, masih belum mencapai target. Apalagi daerah dengan luas wilayah besar dan penduduk cukup banyak.
"Banyumas, Brebes, Grobogan dan Cilacap itu perlu dibantu, karena mereka penduduknya banyak sekali. Jadi kami berharap alokasi bisa diberikan lebih banyak," imbuhnya.
Baca juga: Foto-foto Sepinya Masjid Agung Kabupaten Tegal dan Masjid Al-Hajj, Idul Adha di Masa PPKM Darurat
Baca juga: PPKM Darurat, Perwira Pertamina Cilacap Bagikan 1.442 Paket Sembako
Baca juga: Dukung Pelaksanaan Vaksinasi Massal, PLN Jaga Keandalan Pasokan
Baca juga: Sinopsis Marauders Bioskop Trans TV Pukul 21.30 WIB Aksi Perampok Bank
Ia berharap dalam waktu dekat tambahan vaksin akan segera didapat. Meski semua daerah semangat dalam melakukan vaksinasi, Ganjar tetap mengingatkan agar lansia menjadi prioritas.
"Kita tetap prioritas pada lansia. Jangan lupakan itu. Karena sebagian besar yang meninggal dari lansia," pungkasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo memaparkan, target vaksinasi di Jateng total ada 28 juta. Dari target itu, yang sudah mendapatkan suntikan vaksin pertama sampai saat ini baru 4,4 juta atau 15,39 persen dari target.
"Sementara yang sudah mendapat vaksin suntikan kedua baru 2,2 juta orang atau sekitar 7,82 persen dari target," katanya. (Nal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-vaksin.jpg)