Berita Pekalongan
Alat Kreatif Penyembelihan Hewan Kurban, Tak Khawatir Sapi Ngamuk, Segini Harganya
sebuah alat merebahkan sapi dengan aman, efektif, efisien, dan tidak khawatir kalau hewan tersebut ngamuk
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Ruli Muhammad Darwis (40), warga RT 5 RW 3 Dukuh Pegandon Lor, Desa Pegandon, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berhasil membuat sebuah alat merebahkan sapi dengan aman, efektif, efisien, dan tidak khawatir kalau hewan tersebut ngamuk pada Idul Adha 1442 H.
"Saya membuat alat ini, awalnya lihat dari Youtube, kemudian saya kembangkan lagi agar lebih sempurna.
Kalau di youtube itu paten tidak bisa berjalan, alat ini saya kasih roda agar bisa berjalan dan dibawa kemana-mana," kata Ruli pembuat alat penyembelihan hewan kurban kepada Tribunjateng.com, Rabu (21/7/2021) sore.
Kemudian, keistimewaan alat ini yaitu tidak memerlukan orang banyak saat memasukkan hewan kurban ke alat tersebut.
Lalu alat ini juga ada rodanya sehingga bisa dibawa kemana-mana.
"Jadi cara pengoperasian alat ini yaitu sapi dimasukkan ke dalam sebuah alat yang terbuat dari besi. Selanjutnya, petugas memasangkan sabuk di bagian badan dan kaki sapi lalu mengikatnya ke alat tersebut."
"Setelah dirasa aman, engsel alat tersebut dibuka dengan perlahan sapi direbahkan dan disembelih," imbuhnya.
Menurutnya alat tersebut digunakan sangat aman, efektif dan efisien. Sehingga, sangat membantu panitia dan memudahkan dalam proses penyembelihan hewan kurban.
"Semua proses tersebut terbilang cepat. Karena, butuh waktu 3-4 menit berbeda dengan proses pemotongan hewan kurban pada umumnya yang membutuhkan waktu lama. Apalagi ketika hewan kurban mengamuk," ujarnya.
Pembuatan alat ini membutuhkan waktu selama 1 bulan dan untuk biayanya Rp 12 juta.
"Alat ini sudah dipasarkan tapi belum maksimal dan ini baru dipakai pertama oleh musala yang ada di warga RT 5 RW 3 Dukuh Pegandon Lor, Desa Pegandon. Alat ini baru pertama ada di kecamatan Karangdadap," ucapnya.
Sementara itu Khaeron (47) pengurus Musala Nurul Imam menceritakan, pengurus masjid ini memesan alat ini dikarenakan melihat hewan kurban yang akan disembelih sangat kasihan karena ditarik-tarik kemana dengan menggunakan tali.
"Alat ini belum pernah ada di Kecamatan Karangdadap, tadinya kami kesulitan melihat hewan itu dijagal sangat kasihan ditarik-tarik kemana dengan menggunakan tali."
"Kemudian kami berfikir untuk mencari alat agar tidak menyiksa hewan kurban. Akhirnya, pengurus memesan alat ini di mas Rusli dan baru digunakan pertama kalinya di Musala Nurul Imam," katanya.
Menurutnya dengan alat ini proses penyembelihannya lebih cepat dibandingkan dengan yang manual.