Berita Regional
TKA China Tewas Oleh Mantan Karyawan di Sultra, Pelaku Masuk Pabrik Pakai ID Card Lama
Seorang tenaga kerja (TKA) asing asal China tewas dibunuh oleh mantan karyawan sebuah perusaahaan di Sulawesi Tenggara (Sultra).
TRIBUNJATENG.COM, KONAWE - Seorang tenaga kerja (TKA) asing asal China tewas dibunuh oleh mantan karyawan sebuah perusaahaan di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dari hasil penyelidikan polisi, TKA asal China tersebut berinsial SF (47).
Diketahui SF ditemukan tewas di kawasan pabrik industri Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso menjelaskan, SF tewas setelah dianiaya mantan karyawan PT. OSS yang berinisial KS (18).
Penganiayaan yang berujung kematian TKA China itu terjadi pada Kamis (15/7/2021) lalu sekitar pukul 05.00 Wita di area perusahaan PT. OSS.
Baca juga: Inggris Tempatkan 2 Kapal Perang Permanen di Asia, Akan Berangkat Lewati Laut China Selatan
Baca juga: AS dan Sekutunya Tuduh China Lakukan Aktivitas Dunia Maya Berbahaya
Baca juga: Luhut Pastikan TKA Tak Bisa Sembarangan Masuk Indonesia
Dendam
Pelaku diketahui masuk menggunakan ID Card lamanya di area perusahaan.
Pelaku lalu memukul kepala korban dengan menggunakan besi ulir sepanjang satu meter.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Wasis, pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran dendam atau sakit hati setelah dipecat oleh pengawasnya.
“Jadi lima hari sebelum peristiwa penganiayaan itu atau tanggal 10 Juli, pelaku dipecat oleh pengawasnya yang merupakan TKA karena tidak pernah masuk kerja selama tujuh hari,” kata Wasis, Senin (19/7/2021).
Ada Tiga Orang yang Menjadi Target
Dari hasil pemeriksaan telepon genggam pelaku, polisi menemukan foto motor yang dikendarai korban saat ditemukan tewas.
Ternyata ada tiga TKA yang telah menjadi target balas dendam pelaku.
"Sempat difoto pengawasnya mengunakan motor supra kalau enggak salah, kebetulan motor ini sama dengan yang dipakai korban. Setelah didalami, dan pengakuan pelaku yang meninggal ini temannya pengawasnya gitu, bukan pengawas yang telah memecat dia," terang Wasis.
Usai melakukan pembunuhan itu, pelaku kemudian pergi ke tempat kosnya dan kabur ke rumah orangtuanya di Kecamatan Sabulakoa, kabupaten Konawe Selatan.