Berita Internasional
China Bantah Tuduhan AS dan Sekutu Soal Peretasan Microsoft Sebagai Trik Lama
China membantah tuduhan Amerika Serikat (AS) beserta sekutunya mengenai aksi peretasan terhadap Microsoft. Pihak China menyebut bahwa tudingan itu su
Pekan lalu, Washington menawarkan 10 juta dollar AS (Rp145 miliar) untuk informasi tentang pemeras online asing, saat meningkatkan upaya untuk menghentikan peningkatan tajam serangan ransomware.
Para pejabat AS mengatakan bahwa banyak dari serangan itu berasal dari Rusia, meskipun mereka telah memperdebatkan sejauh mana ada keterlibatan negara. Rusia menyangkal bertanggung jawab.
Tahun ini telah terjadi serangkaian serangan ransomware krusial yang telah mengganggu jalur pipa utama AS, pengolah daging, dan perusahaan perangkat lunak Kaseya, yang memengaruhi 1.500 bisnis.
Sekitar 350 juta dollar AS (Rp 5 triliun) dibayarkan kepada aktor siber jahat tahun lalu, melonjak 300 persen dari 2019, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
"AS dan sekutu serta mitra kami tidak mengesampingkan tindakan lebih lanjut untuk meminta pertanggungjawaban (China)," kata pejabat AS itu, seraya menambahkan bahwa itu adalah pertama kalinya NATO mengutuk aktivitas dunia maya China.
"Kami mengedepankan pendekatan dunia maya bersama dengan sekutu kami, dan meletakkan harapan yang jelas tentang bagaimana negara-negara yang bertanggung jawab berperilaku di dunia maya," tambah pejabat itu. (*)
(Anadolu Agency/Serambinews/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul China Bantah Tuduhan AS Atas Peretasan Microsoft dan Kompas.com dengan judul "Tuduh China Lakukan Aktivitas Dunia Maya Berbahaya, AS dan Sekutu Ancam Beri Konsekuensi "