Berita Regional
Pria Makassar Tewas Dikeroyok Keluarganya, Berawal 2 Sepupu Cekcok dalam Kondisi Mabuk
Tidak terima ibunya diperlakukan kasar, Dandi pun mengambil tombak lalu mengejar Haidir.
Tanpa pikir panjang, Arjun menyerang Haidir dengan sebilah parang.
Akibatnya, Haidir mengalami luka sabetan di perut dan di tangan.
Arjun kabur usai melakukan aksi penyerangan.
Haidir yang terluka mengejar Arjun yang kabur ke rumahnya.
Di sana, Haidir mendapati ibu Arjun Anti alias Tiyong, yang tidak lain adalah tante dari Haidir.
Haidir dan Anti kemudian cekcok dan berujung pelemparan sesuatu ke arah Anti.
Pelemparan itu dilihat oleh adik Arjun, Dandi yang juga berada di dalam rumah.
Tidak terima ibunya diperlakukan kasar, Dandi pun mengambil tombak lalu mengejar Haidir.
Haidir terkejar, lalu ditombak oleh Dandi yang emosi.
Tombak Dandi menancap di perut Haidir.
Tidak berselang lama, kakek Dandi yang juga merupakan kakek Haidir, Dg Ngerang, tiba di lokasi.
Ia diduga turut terlibat karena itu menombak tangan Haidir yang sudah terjatuh.
Namun, tudingan itu dibantah Dg Ngerang.
Ia mengaku hanya mengambil tombak yang digunakan Dandi.
"Saya tidak menombak, bohong itu Dandi, saya hanya ambil itu tombak lalu saya simpan," kata Dg Ngerang saat ditemui di Mapolsek Makassar, Rabu (21/7/2021) sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pengeroyokan-anggota-tni.jpg)