Berita Viral
Keji, Pria Terpapar Covid-19 Diikat dan Dipukuli Warga di Tengah Jalan
Video yang memperlihatkan seorang pria yang dipukuli dan diikat warga karena diduga terppar Covid-19 viral.
Penulis: Adelia Sari | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Video yang memperlihatkan seorang pria yang dipukuli dan diikat warga karena diduga terppar Covid-19 viral.
Video itu diunggah oleh akun Instagram @jhosua_lubis pada Sabtu (24/7/2021).
Dalam video itu terlihat seorang pria yang diikat oleh warga.
Tali yang digunakan warga untuk mengikat pria itu kemudian ditarik oleh warga ke tengah jalan.
Baca juga: Susah-susah Bajak Hakan Calhanoglu dari AC Milan Ternyata Inzaghi Lebih Suka Brozovic di Inter Milan
Baca juga: Kisah Video Viral Pramugari Lion Air Digerebek Istri Sah yang Sedang Hamil
Baca juga: Ditolak 5 RS, Emak-emak Bawa Ambulans ke Kantor Gubernur, Teriak: Kalau Covid OK Tapi Jangan Ditolak
Baca juga: TRIBUN SEJARAH : Ratu Terakhir Perancis Ini Dianggap Maniak Berzina dan Gila Harta, Inilah Faktanya
Sehingga pria itu terseret di aspal.
Tak berhenti di situ saja, warga kemudian memukul dan mendorong pria itu menggunakan kayu yang cukup panjang.
Bahkan badan pria malang itu ditahan oleh warga dengan kayu yang mereka pegang.
"Ikat pak ikat" teriak warga.
Sedangkan pria itu terdengar merintih kesakitan.
Dari keterangan yang ditulis oleh pengunggah, insiden penganiayaan itu terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, Sumatera Barat pada Kamis (22/7/2021).
Pria yang dianiaya itu bernama Salamat Sianipar dan merupakan paman dari pengunggah.
Saat itu korban memang terkena Covid-19 dan dokter memerintahkan untuk isolasi mandiri.
Warga tidak terima jika yang bersangkutan isoman di rumah.
Kemudian Salamat diisolasi di tempat yang jauh dengan kampung.
Saat kembali ke rumahnya, warga tidak terima dan memukulinya.
"Awalnya Tulang saya terkena Covid-19 , Dokter menyuruh isolasi mandiri. Tetapi Masyarakat tidak terima , akhirnya dia dijauhkan dari kampung bulu silape. Dia kembali lagi kerumahnya tetapi masyarakat tidak terima. Malah masyarakat mengikat & memukuli dia. Seperti hewan & tidak ada rasa manusiawi." tulis pengunggah.
Aksi ini pun mendapat banyak kecaman dari para netizen.
@jho.sitorus "Hilang rasa kemanusiaan"
@catrine_jhuntak "Fix pikiran kampung ... Gak manusiawi"
@christinamariska "Ya ampun, miris sekalii"
@debbi.thiobb "Harus ditindak. Yg mukul itu hatinya dimana"
Bahkan karena kejadian ini, pria tersebut melarikan diri dan takut bertemu dengan orang.
Dalam unggahan selanjutnya, pengunggah menuliskan jika sang paman kabur dari kampung pada Kamis (22/7/2021).
Kemudian pada Sabtu (24/7/2021), korban ditemukan oleh organisasi PBB Tobasa di persawahan daerah Sipitupitu, Sumut.
Korban ditemukan dengan kondisi trauma dan takut pada orang.
"Puji Tuhan, Tulang saya tadi siang ditemukan oleh organisasi PBB TOBASA di Sawah Daerah Lewat Sipitupitu, Sumatera Utara.
Dengan kondisi yang depresi & takut untuk bertemu dengan orang-orang sekitar dikarenakan kejadian sebelumnya."
Pihak keluarga pun meminta pelaku diproses secara hukum.
Sebelumnya, pada Rabu (21/7/2021) korban mengalami gejala flu dan demam.
Kemudian korban periksa ke rumah sakit dan dinyatakan positif Covid-19.
Lalu Salamat melakukan isoman di gubuk kecil jauh dari kampung.
Namun ia diserang warga karena tidak terima dirinya terpapar Covid-19.
Akibat kejadian ini Salamat mengalami sejumlah luka di badan.
Kakinya pun bengkak semua dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Pihak keluarga sendiri sudah membuat laporan ke Polres Toba.
Namun belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau perangkat desa terkait insiden ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pria-sumut-dipukuli.jpg)