Berita Semarang
Siasat Hotel di Kota Semarang Saat PPKM, Buka Layanan Delivery Makanan Hingga Promo
Untuk menyiasati PPKM ini tidak banyak yang kami lakukan, karena banting harga pun ternyata tidak mengangkat sebab permasalahannya bukan pada harga.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi Covid-19 hingga diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kini sampai pada level 4 membuat industri perhotelan di Kota Semarang semakin terpuruk.
Berbagai siasat pun coba dilakukan agar tetap bertahan meski terjadi penurunan.
Hal itu di antaranya diakui Public Relations Grand Candi Hotel, Azkar Rizal Muhammad.
Beberapa strategi dilakukan agar hotel tetap bertahan meski penurunan terjadi cukup drastis.
"Untuk menyiasati PPKM ini tidak banyak yang kami lakukan, karena banting harga pun ternyata tidak mengangkat sebab permasalahannya bukan pada harga atau tamu menginap, melainkan kebijakan PPKM itu sendiri.
Jadi yang bisa kami lakukan pertama adalah lebih fokus pada program promosi pesan antar makanan atau delivery service," kata Azkar saat dihubungi tribunjateng.com, Senin (26/7/2021).
Azkar menyebutkan, program delivery service ini dilakukan selain dengan mendatangi kamar tamu juga dengan mendatangi rumah-rumah yang melakukan pemesanan dengan jarak maksimal 5 kilometer.
Menurutnya, hal itu setidaknya dapat membantu resto dapat tetap berjalan selama pandemi ini.
"Kontribusi delivery service memang tak sebanyak kamar, hanya itu cukup membantu selama PPKM ini.
Setidaknya menu hantaran ini bisa memenuhi cost yang harusnya ada tamu makan di resto, diganti delivery dengan harga Rp 35 ribu per/porsi kami antar sampai depan rumah," terangnya.
Di samping itu, ia melanjutkan, strategi yang bisa dilakukan selama PPKM ini adalah peningkatan image hotel.
Ia menyebut, di tengah PPKM ini pihaknya berusaha meyakinkan masyarakat bahwa pihak hotel selalu menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Sebisa mungkin kami kami melakukan pencegahan untuk menghindari rantai penularan Covid-19 dengan cara update di sosial media terkait penerapan prokes di sini.
Sementara promo sendiri kami tekan, kami keluarkan nanti saja ketika situasinya normal lagi," ungkapnya.
Berbeda, General Manager Louis Kienne hotel Semarang, Rita menyebutkan, untuk menyiasati penurunan okupansi pihaknya menawarkan promo kamar.
Namun demikian, mereka berharap kondisi kembali pulih sebab yang paling diandalkan adalah terkait tingkat hunian.
"Siasat kami lebih ke arah kamar, dengan memberikan promo kamar. Promo kami tawarkan melalui sosial media.
Semoga pandemi segera berlalu," ungkapnya. (idy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gedung-parkir-pandanaran-semarang.jpg)